Perusahaan infrastruktur internet Cloudflare akhirnya memberikan penjelasan terkait gangguan yang terjadi pada Selasa (18/11) lalu. Gangguan ini menyebabkan sejumlah situs, termasuk X dan platform e-commerce Shopify, mengalami masalah akses. Perusahaan lain seperti OpenAI, yang berada di balik ChatGPT, juga merasakan dampaknya dengan adanya “masalah dengan salah satu penyedia layanan pihak ketiga mereka.”
Menurut pernyataan dari juru bicara Cloudflare seperti dilansir oleh CNBC, terjadi lonjakan lalu lintas yang tidak biasa ke salah satu layanan mereka, menyebabkan gangguan pada sebagian lalu lintas yang melewati jaringan Cloudflare. Alasan dari lonjakan lalu lintas tersebut masih belum diketahui, namun perusahaan terus berupaya memperbaiki situasi tersebut. Cloudflare berkomitmen untuk memastikan semua lalu lintas dilayani tanpa kesalahan.
Beberapa situs di Indonesia juga terkena dampak seperti X, Downdetector, BMKG, dan platform AI Perplexity yang tidak bisa diakses dan menampilkan notifikasi masalah terkait Cloudflare. Cloudflare sendiri memiliki perangkat lunak yang banyak digunakan bisnis di seluruh dunia, termasuk dalam melindungi situs web dari serangan penolakan layanan terdistribusi (DDoS) yang dapat membuat situs tidak berfungsi.
Kejadian ini menyebabkan saham Cloudflare turun lebih dari 3 persen. Pada bulan sebelumnya, Amazon Web Services, Azure milik Microsoft, dan layanan 365 mengalami gangguan yang melumpuhkan banyak layanan online. Penyebab gangguan tersebut kemungkinan adalah pembaruan perangkat lunak yang salah, seperti yang pernah terjadi pada Juli 2024 oleh perusahaan keamanan siber CrowdStrike yang menyebabkan pemadaman yang meluas.












