Tren pernikahan dini di Kabupaten Malang terus mengalami kenaikan yang signifikan, memicu kekhawatiran Pemerintah setempat. Bupati Malang, M. Sanusi, menekankan pentingnya peran para ulama dan tokoh agama dalam menekan laju perkawinan anak di bawah umur. Berdasarkan data dari Pengadilan Agama Kabupaten Malang, kasus pernikahan anak terus meningkat setiap tahun. Sanusi menegaskan bahwa pernikahan dini memiliki dampak serius yang tidak hanya pada kesehatan fisik, tetapi juga aspek psikologis, ekonomi, dan pendidikan anak. Masyarakat sipil, lembaga pendidikan, dan tokoh agama juga diminta untuk terlibat dalam upaya pencegahan pernikahan dini. Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Malang dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama dan organisasi masyarakat, diharapkan dapat memperkuat strategi pencegahan pernikahan dini dan melindungi masa depan anak-anak. Kapolres Malang juga memberikan komitmennya untuk menekan angka perkawinan anak di bawah umur melalui pendekatan preventif dan edukatif. Dengan langkah-langkah proaktif dan kolaboratif ini, diharapkan lingkungan yang aman dan mendukung dapat diciptakan bagi anak-anak Kabupaten Malang.
Angka Nikah Dini di Kab. Malang Meningkat, Bupati Minta Ulama Berperan
Read Also
Recommendation for You

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur telah mengungkap konstruksi dugaan korupsi terkait konsesi Pelabuhan Probolinggo yang dioperasikan…

Sebelum memulai aktivitas harian atau melakukan perjalanan jarak menengah di Surabaya, pengendara harus memastikan kendaraan…

Penemuan mayat tanpa identitas yang mengapung di perairan Pulau Mandangin membuat gempar warga Kabupaten Sampang….

Kabupaten Situbondo meraih prestasi nasional gemilang setelah dinobatkan sebagai Kabupaten Terinovatif dalam acara Innovation Government…

MPM Honda Jatim menawarkan kenyamanan berkendara bagi pengendara di Kota Malang menjelang liburan akhir tahun….







