Warga di sekitar perbatasan Probolinggo-Jember, tepatnya di Desa Andungsari, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, akhirnya bisa bernapas lega. Jalan penghubung utama antarkabupaten yang lama rusak parah kini sudah mulus kembali dan dapat dilalui dengan lancar. Jalur perbatasan ini menjadi rute alternatif favorit bagi pengguna jalan yang ingin memangkas waktu tempuh antara dua kabupaten tersebut. Setelah bertahun-tahun terabaikan, jalan ini mendapat perbaikan besar. Peningkatan kualitas permukaan jalan membuat perjalanan lebih cepat, aman, dan nyaman.
Pemerintah Kabupaten Probolinggo di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Haris dan Wakil Bupati Fahmi Abdul Haq Zaini sudah memperbaiki ruas jalan sepanjang 95 meter dengan lebar 3 meter. Jalan yang sebelumnya berupa makadam kini sedang dipasangi paving. Agus Subianto, warga Andungsari, menyatakan bahwa proses pemasangan paving masih berlangsung dan pembangunan telah mencapai sekitar 60 persen. Untuk sementara, jalan Segulur yang menghubungkan Probolinggo ke Jember ditutup total dan pengguna jalan diimbau melewati jalur alternatif Tlogoargo. Bupati Probolinggo, Muhammad Haris, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari upaya memperlancar akses dan pertumbuhan ekonomi warga sekitar.
Warga Tiris yang sudah lama menantikan proyek ini pun menyambut gembira. Jalan yang dulu rusak parah kini berubah menjadi akses mulus yang mempercepat mobilitas dan kegiatan ekonomi mereka. Dengan pembangunan yang terus berjalan, jalur perbatasan Probolinggo–Jember melalui Tiris diharapkan menjadi salah satu penunjang utama bagi kelancaran ekonomi dan kemajuan kedua kabupaten.












