Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep mencatat adanya peningkatan kasus kematian bayi dan ibu hingga September 2025. Dari total 16.678 kelahiran hidup, angka kematian bayi (AKB) tercatat sebesar 1,98 per 1.000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian ibu (AKI) mencapai 47,97 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab utama kematian bayi di Sumenep adalah asfiksia dan berat badan lahir rendah, sementara preeklamsia dan perdarahan menjadi faktor paling banyak menyebabkan kematian ibu. Data menunjukkan peningkatan jumlah kematian bayi dari tahun 2024 ke tahun 2025, dengan peningkatan dari 24 kasus menjadi 33 kasus. Meskipun demikian, jumlah kematian ibu tetap stabil, tetapi angka kematian ibu (AKI) turun dari 56,27 menjadi 47,97 per 100.000 kelahiran hidup. Upaya pencegahan dan pemantauan kesehatan ibu dan bayi perlu ditingkatkan untuk mengurangi kasus kematian yang terjadi.
Pencegahan Asfiksia dan Preeklamsia: Upaya Kurangi Risiko Kematian Ibu dan Bayi
Read Also
Recommendation for You

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur telah mengungkap konstruksi dugaan korupsi terkait konsesi Pelabuhan Probolinggo yang dioperasikan…

Sebelum memulai aktivitas harian atau melakukan perjalanan jarak menengah di Surabaya, pengendara harus memastikan kendaraan…

Penemuan mayat tanpa identitas yang mengapung di perairan Pulau Mandangin membuat gempar warga Kabupaten Sampang….

Kabupaten Situbondo meraih prestasi nasional gemilang setelah dinobatkan sebagai Kabupaten Terinovatif dalam acara Innovation Government…

MPM Honda Jatim menawarkan kenyamanan berkendara bagi pengendara di Kota Malang menjelang liburan akhir tahun….







