Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, dengan sapaan akrab Mas Ibin, menegaskan bahwa Blitar Ethnic National (BEN) Carnival bukan hanya ajang hiburan tahunan, tetapi juga sebagai panggung seni budaya nusantara dan penggerak ekonomi masyarakat lokal. Dalam pernyataannya, Mas Ibin menekankan bahwa acara ini memiliki nilai edukasi yang penting, terutama bagi generasi muda. Dengan menghadirkan seniman dari berbagai daerah dan tokoh nasional, BEN Carnival memperkuat identitas Blitar sebagai kota terbuka, kota budaya, dan kota kreatif.
Mengusung tema The Magnificent of Indonesia, BEN Carnival diharapkan dapat menginspirasi terciptanya Blitar baru yang maju dan menjadi kota masa depan. Nilai persatuan dan kebersamaan menjadi semangat utama dari acara budaya ini, menurut Mas Ibin. Tahun ini, sebanyak 53 peserta ambil bagian dalam karnaval, termasuk OPD Pemkot Blitar, BUMD, lembaga pendidikan, dan instansi terkait lainnya. Mereka menampilkan seni budaya nusantara, seperti kostum etnik, tarian tradisional, musik daerah, dan atraksi budaya.
Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan, Syaifullah Agam, mengapresiasi BEN Carnival sebagai bentuk nyata pelestarian budaya Indonesia. Menurutnya, Blitar tidak hanya sebagai saksi sejarah perjuangan pahlawan bangsa, tetapi juga menjadi saksi kebangkitan budaya yang terus dijaga. Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, juga menyempatkan hadir di acara karnaval tersebut, menarik perhatian peserta dan masyarakat yang menghadiri pertunjukan seni budaya nusantara.












