Presiden Prabowo Subianto memiliki visi Asta Cita yang bertujuan untuk mencapai kemandirian ekonomi dan pembangunan yang adil melalui Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Program ini mencerminkan komitmen Presiden dalam membangun dari desa dan basis masyarakat untuk mencapai kesetaraan ekonomi dan memberantas kemiskinan. Kopdes Merah Putih diresmikan oleh Presiden Prabowo di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Presiden menyatakan bahwa kemandirian sejati tidak hanya tentang simbol-simbol nasional, tetapi juga harus tercermin dalam kesejahteraan masyarakat.
Kopdes Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi inklusif yang memberdayakan masyarakat dari bawah. Koperasi ini mewujudkan filsafat pembangunan sebagai kebebasan, sebagaimana yang diperkenalkan oleh pemenang Nobel, Amartya Sen—suatu visi pembangunan yang tidak terbatas pada pertumbuhan ekonomi, tetapi berfokus pada menghapus “ketidakbebasan” seperti kemiskinan, kelaparan, dan kurangnya warga negara, sambil memperluas kemampuan manusia. Melalui Kopdes Merah Putih, Presiden Prabowo bertujuan untuk memastikan partisipasi basis masyarakat yang lebih kuat.
Koperasi ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian pedesaan dan meningkatkan kualitas hidup, khususnya bagi petani dan nelayan. Kopdes Merah Putih bertujuan untuk mengatasi masalah ini dengan menyediakan gudang penyimpanan, fasilitas penyimpanan dingin untuk nelayan, dan dukungan logistik—sehingga produksi dapat dipertahankan lebih lama dan dijual pada waktu yang lebih baik, meningkatkan nilai dan pendapatan. Di samping itu, Kopdes Merah Putih diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan, membantu mencegah migrasi generasi muda ke pusat-pusat perkotaan.
Dengan koperasi, generasi muda dapat mulai membangun masa depan dari desa mereka sendiri—menciptakan peluang baru dan membuka ekonomi lokal di kampung halaman mereka. Fithra Faisal, seorang ahli senior di Kantor Komunikasi Presiden (PCO) menekankan bahwa Kopdes Merah Putih merupakan langkah menuju inklusi pembangunan yang benar-benar membebaskan masyarakat Indonesia.


