Kebijakan Presiden Prabowo Subianto mengenai reformasi tata kelola pupuk subsidi melalui Perpres Nomor 6 Tahun 2025 telah menimbulkan perdebatan di kalangan akademisi dan praktisi pertanian. Dalam sebuah workshop di Fakultas Pertanian Universitas Jember (Faperta Unej) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), terungkap bahwa masalah utama dalam distribusi pupuk subsidi adalah ketidaksempurnaan data calon penerima dan lokasi. Perpres 6/2025 mengubah sistem distribusi dengan menyerahkan tanggung jawab kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk mendistribusikan pupuk subsidi kepada petani. Namun, pelaksanaan kebijakan ini menunjukkan kelemahan dalam sistem data, terutama pada Simluhtan dan e-RDKK. Distribusi pupuk subsidi terus menjadi sumber masalah karena data Calon Petani dan Calon Lokasi tidak selalu akurat, sehingga menyulitkan proses alokasi pupuk. Para ahli menyarankan digitalisasi sistem distribusi pupuk dan integrasi dengan data spasial untuk mengatasi masalah ini. Selain itu, rendahnya literasi informasi di kalangan petani juga menjadi kendala dalam distribusi pupuk. Strategi budaya turut disoroti, di mana penggunaan pupuk urea dianggap sebagai budaya yang sulit ditinggalkan meski tidak selalu relevan. Permasalahan dalam distribusi pupuk subsidi menunjukkan bahwa reformasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan ketepatan distribusi input produksi yang berdampak pada kesuksesan swasembada pangan.
Distribusi Pupuk Subsidi: Ancaman Kegagalan Tepat Sasaran
Read Also
Recommendation for You

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur telah mengungkap konstruksi dugaan korupsi terkait konsesi Pelabuhan Probolinggo yang dioperasikan…

Sebelum memulai aktivitas harian atau melakukan perjalanan jarak menengah di Surabaya, pengendara harus memastikan kendaraan…

Penemuan mayat tanpa identitas yang mengapung di perairan Pulau Mandangin membuat gempar warga Kabupaten Sampang….

Kabupaten Situbondo meraih prestasi nasional gemilang setelah dinobatkan sebagai Kabupaten Terinovatif dalam acara Innovation Government…

MPM Honda Jatim menawarkan kenyamanan berkendara bagi pengendara di Kota Malang menjelang liburan akhir tahun….







