Lanud Muljono, Surabaya, menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dan membagikan sembako kepada warakawuri serta warga di sekitarnya pada Minggu (20/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI yang juga mencakup agenda olahraga dan kegiatan kemanusiaan.
Pelayanan kesehatan diberikan terutama kepada warakawuri yang sebagian telah berusia lanjut. Warga yang tinggal di sekitar Lanud Muljono juga dapat mengikuti pemeriksaan tersebut. Layanan yang tersedia meliputi pemeriksaan mata, kulit, gigi, dan kesehatan umum.
Komandan Lanud Muljono Kolonel Pnb Wisnu Aji Prabowo mengatakan, kegiatan sosial itu dilaksanakan setelah agenda olahraga pada pagi hari. Sebelumnya, fun run digelar di kawasan Kota Lama Surabaya dan diikuti hampir 7.000 peserta.
“Hari ini sebenarnya ada beberapa rangkaian kegiatan dalam rangka HUT ke-81. Tadi pagi kita sudah melaksanakan fun run di Kota Lama yang diikuti hampir sekitar 7.000 orang, disusul pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga sekitar Lanud Muljono,” kata Wisnu.
Layanan melibatkan dokter spesialis
Pemeriksaan kesehatan dalam bakti sosial tersebut ditangani tenaga medis dari Rumah Sakit Lanud Muljono. Sejumlah dokter spesialis ikut dilibatkan untuk memberikan pelayanan kepada peserta.
Wisnu menjelaskan, kepala Rumah Sakit Lanud Muljono merupakan dokter spesialis mata. Selain itu, terdapat tenaga medis lain yang memiliki keahlian di bidang kulit, gigi, dan layanan kesehatan umum. Istri kepala rumah sakit tersebut juga disebut sebagai dokter spesialis kulit.
“Untuk tim medis kita libatkan dari personel rumah sakit. Ada beberapa yang memiliki kemampuan spesialis. Kebetulan kepala rumah sakitnya spesialis mata, kemudian istrinya juga dr. spesialis kulit, serta ada teman-teman yang lain,” ujarnya.
Di Lanud Muljono, rangkaian peringatan HUT TNI ke-81 masih akan berlanjut. Bazar murah dijadwalkan berlangsung pada Selasa (22/9), sedangkan donor darah akan digelar pada 1 Oktober 2026.
Capaian bakti kesehatan TNI melampaui sejumlah target
Kegiatan di Surabaya itu juga dirangkaikan dengan konferensi video bersama jajaran TNI di berbagai wilayah yang menggelar bakti kesehatan secara serentak. Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayjen TNI dr. Hadi Juanda mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan kesehatan TNI dalam pelaksanaan tugas pokok, terutama Operasi Militer Selain Perang (OMSP) di bidang kemanusiaan.
Menurut Hadi, rangkaian bakti kesehatan mencakup pengobatan gigi, khitanan massal, operasi katarak, operasi bibir sumbing, donor darah, bantuan hidup dasar (BHD), serta pemeriksaan psikologi.
Sejumlah layanan telah melampaui target. Pengobatan gigi tercatat diikuti 4.342 peserta dari target 810 orang. Khitanan massal mencapai 1.533 peserta, sedangkan operasi katarak diikuti 955 peserta; masing-masing ditargetkan untuk 810 peserta.
Operasi bibir sumbing juga telah melayani 108 pasien dari target 81 pasien. Pelayanan diperluas ke wilayah yang kekurangan tenaga ahli, termasuk Natuna yang tercatat mendapat layanan untuk delapan pasien.
“Kalau di wilayah Jawa mungkin pasiennya sudah makin sedikit. Kami akan dekatkan pelayanan ke wilayah-wilayah yang memang pasiennya masih banyak,” ujar Hadi.
Untuk donor darah, jumlah peserta sementara mencapai 30.018 orang dari target 81.000 peserta atau sekitar 37,1 persen. Hadi menyebut seluruh kegiatan masih berlangsung di sejumlah wilayah hingga 5 Oktober.
Peserta bantuan hidup dasar secara tersebar mencapai 76.596 orang, melampaui rekor sebelumnya yang berada di kisaran 34 ribu peserta. Pelaksanaan terpusat di Kodam V/Brawijaya dan sejumlah fasilitas kesehatan diikuti 4.047 peserta dari target 3.000 orang. Sementara itu, pemeriksaan psikologi diikuti 1.500 peserta secara luring dan 10.637 peserta secara daring hingga malam sebelumnya.












