Perempuan berinisial ANW melaporkan Betrand Peto ke Polda Metro Jaya atas dugaan kekerasan seksual pada 12 September 2026. Melalui kuasa hukumnya, ANW juga menyampaikan adanya luka fisik yang disebut telah diperiksa dan dilaporkan kepada polisi.
Kuasa hukum ANW, Nathaniel Hutagaol, mengatakan laporan terhadap Betrand berkaitan dengan pasal yang disangkakan mengenai tindak pidana kekerasan seksual. Dugaan peristiwa itu disebut terjadi setelah ANW menerima ajakan untuk bergabung ke sebuah ruang privat di salah satu kelab kawasan SCBD.
Ajakan bergabung ke private room
Berdasarkan kesaksian ANW, rangkaian kejadian bermula ketika ia datang ke kelab tersebut bersama seorang teman sekitar pukul 02.00 WIB. Seorang staf kemudian menawarkan keduanya untuk meramaikan sebuah private room yang disebut ditempati BP.
ANW mengaku tidak menaruh kecurigaan terhadap tawaran itu. “Lalu tiba-tiba ada salah satu staf dari kelab tersebut yang bilang, ‘Mau nggak Kak ngeramein room-nya si BP ini?’” kata ANW, dikutip dari YouTube pada Minggu, 13 September 2026.
“Aku nggak pernah ada pikiran negatif kalau kita bakal nemuin apes di tempat itu. Kita iyain,” lanjutnya.
ANW dan temannya lalu masuk ke ruangan tersebut. Menurut keterangannya, staf yang semula mendampingi mereka kemudian menyerahkan pelayanan kepada staf laki-laki lain. Sebelum minuman dibagikan, staf itu disebut telah meyakinkan bahwa situasi di dalam ruangan aman.
“Awal-awal si waitress ini take over ke temennya satu lagi, cowok juga. Dan si temennya ini udah make sure kalau untuk di room ini tuh aman, nggak akan kenapa-napa,” ujar ANW.
Situasi berubah saat temannya pergi ke toilet
ANW mengatakan dirinya sempat keluar dari private room untuk mengambil telepon seluler yang tertinggal di sofa di luar ruangan. Ketika kembali, ia tidak lagi melihat temannya berada di dalam. Setelah bertanya, ANW mengetahui temannya sedang berada di toilet.
“Handphone saya ada di sofa, yang mana itu ada di luar room. Saya ambil handphone saya. Pas saya balik lagi ke room tersebut, temen saya nggak ada, dan setelah saya tanya, temen saya ternyata di toilet,” katanya.
Setelah kembali ke ruangan, ANW duduk di sofa yang berada di samping Betrand. Ia mengaku tangannya kemudian ditarik. Dalam rangkaian dugaan kejadian yang disampaikannya, ANW juga menyebut mengalami dugaan pelecehan di area dekat toilet.
Selain menceritakan kronologi tersebut, pihak ANW menyampaikan adanya luka fisik yang menurut kuasa hukumnya telah melalui pemeriksaan dan turut dilaporkan kepada kepolisian. Namun, rincian mengenai jenis luka, hasil pemeriksaan, maupun tahapan penanganan laporan oleh penyidik tidak disebutkan dalam keterangan yang tersedia.
Seluruh uraian mengenai kejadian di kelab itu merupakan kesaksian dan klaim dari pihak ANW dalam perkara yang telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Betrand Peto tercantum sebagai pihak yang dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual.












