Perbedaan PM10 dan PM2,5 dalam Abu Vulkanik: Apa yang Harus Anda Ketahui

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau dan Dampaknya Terhadap Kesehatan

Pada tanggal 12 September 2026, spesialis paru dari Bethsaida Hospital, dr. Sondang Ruth Angelia Sirait, menyatakan bahwa abu vulkanik terdiri dari campuran partikel dengan berbagai ukuran dan komposisi. Partikel-partikel ini, terutama yang berukuran kecil, memiliki potensi untuk terhirup dan dapat memengaruhi kesehatan pernapasan seseorang.

Ukuran Partikel dan Dampaknya

Menurut dr. Sondang, semakin kecil ukuran partikel, semakin jauh partikel tersebut dapat masuk ke saluran pernapasan. Partikel yang sangat halus bahkan dapat mencapai saluran napas kecil yang disebut alveolus, yang dapat menyebabkan peradangan dan stres oksidatif. Oleh karena itu, prinsip utama saat terjadi paparan abu vulkanik adalah mengurangi paparan sekecil mungkin, karena partikel-partikel seperti PM10 dan PM2,5 dapat masuk ke saluran pernapasan dan berdampak negatif.

Dampak pada Kesehatan

Namun, dampak abu vulkanik terhadap kesehatan tidak hanya ditentukan oleh ukuran partikelnya. Konsentrasi partikel di udara, lama paparan, serta komposisi mineral dan kimia abu juga memengaruhi dampaknya. Paparan abu vulkanik dalam jangka pendek dapat menyebabkan iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, sesak napas, gangguan mata, dan kulit.

Bagi penderita asma, PPOK, atau penyakit paru kronis lainnya, abu vulkanik dapat memicu atau memperberat gejala. Anak-anak, lanjut usia, beserta orang dengan kondisi kesehatan yang rentan juga perlu berhati-hati. Untuk mengurangi risiko, dianjurkan membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker respirator partikulat saat berada di luar atau membersihkan abu.

Source link