Penjelasan BMKG mengenai Langit Kuning di Pontianak
Jakarta, CNN Indonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait warna langit kuning kecokelatan di Pontianak, Kalimantan Barat. Keadaan langit tersebut disebabkan oleh dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di wilayah tersebut.
Menurut ahli meteorologi dan prakirawan cuaca BMKG, Adinda Dara Vahada, kondisi langit Pontianak yang terlihat kekuningan berkaitan erat dengan keberadaan asap dan tingginya konsentrasi partikulat di atmosfer. Hasil observasi menunjukkan udara kabur dengan jarak pandang hanya sekitar 1 kilometer.
Penyebab Warna Langit Kuning di Pontianak
Saat ini, asap dari karhutla juga terdeteksi bergerak ke arah barat laut hingga utara. Selain itu, BMKG juga melaporkan adanya transboundary haze dari Kalimantan Barat menuju Sarawak, Malaysia. Asap dan partikel polusi udara dapat mempengaruhi hamburan cahaya matahari dan jarak pandang, sehingga menyebabkan langit Kota Pontianak terlihat berwarna kekuningan hingga jingga.
Adanya partikulat yang cukup tinggi di atmosfer juga tercermin dari pemantauan PM2.5 di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Hal ini membuat kondisi cahaya di permukaan tampak redup dan berwarna kuning, sehingga suasana siang hari terlihat seperti senja.
Data Jarak Pandang di Kalbar
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani membagikan data kondisi jarak pandang di sejumlah stasiun di Kalimantan Barat. Pada Jumat (28/8) sore, tercatat jarak pandang tertutup oleh asap di beberapa wilayah, antara lain:
- Stasiun Klimatologi Mempawah: 500 meter
- Stasiun Meteorologi Dwikora Pontianak: 1.500 meter
- Stasiun Meteorologi Nanga Pinoh Melawi: 3.000 meter
- Pos meteorologi Paloh: 2.000 meter
- Stasiun Meteorologi Pangsuma Kapuas Hulu: 3.000 meter
- Stasiun Meteorologi Rahadi Oesman Ketapang: 6.000 meter
- Stasiun Meteorologi Supadio: 1.000 meter
- Stasiun Meteorologi Tebelian Sintang: 2.500 meter
- Stasiun Meteorologi Singkawang: 3.500 meter












