Cara Menyaksikan Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus
Jakarta, CNN Indonesia — Gerhana Bulan sebagian akan menghiasi langit sejumlah negara pada 27-28 Agustus. Berbeda dengan gerhana Matahari, pengamatan gerhana Bulan tidak membutuhkan perlindungan mata khusus. Pengamat dapat melihat fenomena tersebut secara langsung tanpa risiko kerusakan mata akibat cahaya Matahari.
Berita Singkat
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa saat fenomena gerhana terjadi, wilayah Indonesia sedang berada pada waktu pagi hingga siang hari. Pada saat tersebut, posisi Bulan berada di bawah ufuk atau di sisi Bumi yang membelakangi wilayah Indonesia. Ayu menjelaskan fenomena gerhana Bulan sebagian ini hanya dapat disaksikan oleh masyarakat yang berada di sebagian besar benua Amerika, Afrika, Eropa, serta wilayah Asia bagian Tengah dan Timur Tengah.
Keseluruhan proses fenomena alam ini, mulai dari kontak penumbra awal hingga berakhir, memiliki total durasi selama 5 jam 38 menit. Umbra adalah bayangan inti di bagian tengah yang sangat gelap karena proyeksi bayangan Bumi menutup cahaya Matahari secara penuh. Sementara itu, penumbra adalah bayangan kabur di bagian luar yang lebih terang karena bayangan Bumi hanya menutup sebagian cahaya Matahari. Masyarakat Indonesia dapat menyaksikan siaran langsung atau live streaming melalui kanal resmi Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA).












