Berita  

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Media: Pentingnya Perlindungan Jamsostek

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Media Dorong Pekerja Pahami Pentingnya Perlindungan Jamsostek

Pada Senin (24/8/2026), BPJS Ketenagakerjaan menggelar acara Media Gathering di Jawa Timur, khususnya di Malang. Hal ini dilakukan untuk memperkuat kolaborasi dengan insan media setempat guna meningkatkan literasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek) serta mendorong kesadaran pekerja akan pentingnya perlindungan secara luas.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menekankan bahwa perlindungan untuk pekerja Indonesia harus melibatkan berbagai pihak, termasuk media. Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi perlindungan yang sederhana, relevan, dan terpercaya agar semakin banyak pekerja memahami urgensi melindungi diri dan keluarga mereka.

Tantangan Perlindungan Pekerja Informal

Hingga Juli 2026, BPJS Ketenagakerjaan telah melindungi sekitar 48 juta peserta aktif dengan manfaat yang dibayarkan mencapai Rp 42 triliun dari 3,6 juta klaim. Namun, salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah memperluas perlindungan kepada pekerja informal yang jumlahnya mencapai 13,5 juta dari total potensi 77,8 juta.

Saiful menggarisbawahi pentingnya menjadikan jaminan sosial sebagai kebutuhan daripada sekadar beban bagi pekerja informal, seperti pengemudi, pedagang, petani, nelayan, dan pekerja mandiri. Hal ini bertujuan untuk menjaga keberlangsungan hidup mereka dan keluarganya dalam menghadapi risiko.

Kolaborasi Media dan BPJS Ketenagakerjaan

Kedekatan media dengan masyarakat dianggap Saiful sebagai kekuatan penting dalam mengangkat isu perlindungan pekerja ke dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan Value Beyond Protection, BPJS Ketenagakerjaan berupaya agar manfaat perlindungan tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga dampak yang berkelanjutan bagi pekerja dan keluarganya.

Salah satu implementasi dari pendekatan ini adalah Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) yang diluncurkan pada 18 Agustus 2026 di berbagai provinsi. Program ini bertujuan untuk memastikan peserta dan ahli waris menerima manfaat yang berkelanjutan guna meningkatkan kembali produktivitas dan kemandirian mereka.

Tantangan dan Kolaborasi di Jawa Timur

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Irvansyah Utoh Banja, menyatakan bahwa tantangan perluasan perlindungan juga menjadi fokus utama di daerahnya. Dari data per Agustus 2026, tercatat 5,63 juta pekerja aktif di Jawa Timur dari total 21,06 juta pekerja.

Karena karakter pekerja di Jawa Timur yang beragam, kemitraan dengan media dianggap penting untuk memperluas perlindungan sesuai kebutuhan pekerja di berbagai sektor. Kolaborasi dua arah antara BPJS Ketenagakerjaan dan media diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih kredibel dan perspektif yang beragam.

Hal ini diharapkan dapat membangun kesadaran akan pentingnya perlindungan bagi pekerja dan keluarganya, serta mendorong semakin banyak pekerja untuk melindungi diri mereka sendiri.

Source link