Kampus Undana Didorong Bebaskan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores
Perguruan Tinggi Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menerima dorongan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk memberikan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang terkena dampak bencana gempa bumi di Flores. Langkah ini terinspirasi dari kebijakan yang diambil oleh Universitas Mataram (Unram) yang telah memberikan pembebasan UKT kepada 138 mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana di daerah asal mereka.
Tindakan Nyata dari Unram
Selain membebaskan UKT, Unram juga mengirimkan tim medis dan relawan ke wilayah terdampak, seperti Manggarai Timur. Ada 16 tenaga medis yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga kesehatan yang membawa obat-obatan dan perlengkapan medis untuk memberikan bantuan kesehatan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ada juga 23 mahasiswa relawan BEM yang dikirim bersama tiga dosen serta tim dosen dan dokter melalui program Pengabdian Berdampak. Semua biaya pengiriman tim medis, relawan, dan tim pengabdian ditanggung oleh pihak universitas, menunjukkan komitmen Unram dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
Panggilan untuk Undana
Dalam situasi yang sama, BEM Universitas Nusa Cendana mendesak pihak kampus, termasuk pimpinan universitas, untuk memberikan pembebasan UKT bagi mahasiswa Undana yang terkena dampak bencana di Flores. Ketua BEM Undana, Glen Rezy Snae, memandang langkah Unram sebagai contoh konkret bahwa perguruan tinggi dapat turut berperan dalam situasi darurat.
Menurut Glen, pendidikan seharusnya tidak menjadi beban tambahan bagi keluarga yang sedang berjuang pulih dari bencana. Keberpihakan institusi pendidikan kepada mahasiswa dan masyarakat harus terwujud melalui tindakan nyata, bukan hanya retorika semata.
Undana, sebagai salah satu institusi pendidikan terbesar di NTT, memiliki posisi strategis untuk memberikan kontribusi dalam menangani persoalan kemanusiaan di daerah terdampak. Mengedepankan nilai solidaritas, Glen menekankan bahwa pendidikan harus menunjukkan sisi kemanusiaannya, tanpa batas wilayah maupun institusi.












