Berita  

Yudisium FISIP UNIRA Malang 2026: Mencetak Sarjana Adaptif

Yudisium FISIP UNIRA Malang 2026: Momen Penting Bagi Sarjana Adaptif

Pada Kamis, 20 Agustus 2026, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang menggelar acara Yudisium FISIP UNIRA Malang. Tema acara “Becoming Adaptif Graduate with Integrity and Humanitarian Impact” menjadi sorotan utama dalam momen pelepasan para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan akademiknya.

Husnul Hakim Sy: Menghadapi Tantangan Dunia Kerja yang Berubah Cepat

Dalam sambutannya, Dekan FISIP UNIRA Malang, Husnul Hakim Sy, MH, menekankan pentingnya adaptabilitas bagi lulusan perguruan tinggi saat ini. Dengan disrupsi teknologi dan transformasi dunia kerja yang cepat, mahasiswa perlu memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat. Husnul menegaskan bahwa lulusan FISIP UNIRA Malang harus mampu membaca perubahan, beradaptasi dengan perkembangan zaman, menjaga integritas, dan memberikan dampak kemanusiaan di masyarakat.

Hikmah Bafaqih: Soft Skills sebagai Kunci Kesuksesan

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Hikmah Bafaqih, memberikan orasi ilmiah dengan perspektif yang segar mengenai makna menjadi sarjana di era baru. Menurutnya, kesuksesan seorang lulusan tidak lagi tergantung pada kesesuaian jurusan dengan karier. Soft skills yang ditanamkan oleh perguruan tinggi, seperti kemampuan analisis, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah, menjadi kunci utama kesuksesan.

Hikmah juga menekankan bahwa seorang sarjana tidak harus terpaku pada bidang studi tertentu. Contohnya seorang sarjana Psikologi bisa sukses dalam berbagai profesi, seperti birokrat, aktivis, pengusaha, atau petani. Kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah yang diperoleh selama pendidikan akan membawa dampak positif dalam berbagai bidang.

Melalui Yudisium FISIP 2026, FISIP UNIRA Malang berharap para lulusannya mampu membawa ilmu dan nilai-nilai yang mereka miliki ke ruang publik yang lebih luas. Menjadi sarjana adaptif bukan berarti melupakan prinsip, melainkan menjadi manusia yang mampu menyesuaikan diri tanpa kehilangan identitas, integritas, dan nilai kemanusiaan. Yudisium ini menjadi awal perjalanan baru bagi para sarjana UNIRA Malang untuk membuktikan kemampuan dan nilai-nilai yang mereka miliki di tengah masyarakat yang terus berubah.

Source link