Nezar Patria Singgung Skema Komisi Ojol Antar Makanan dan Barang
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria memberikan informasi mengenai skema tarif komisi untuk jasa ojek online (ojol) yang melakukan pengantaran makanan dan barang. Nezar menyatakan bahwa skema tarif komisi 92 dan 8 persen berlaku untuk pengiriman orang, namun terdapat fleksibilitas untuk pengiriman barang dan makanan.
Penentuan Tarif dan Komisi
Nezar tidak merinci angka pasti dari tarif dan komisi yang akan ditetapkan. Keputusan mengenai skema tarif dan komisi untuk pengantaran makanan dan barang harus mempertimbangkan proses bisnis serta algoritma yang digunakan oleh platform, terutama terkait dengan pengantaran barang. Menurut Nezar, pengiriman barang melibatkan berbagai komponen seperti penanganan barang, ukuran barang, dan pengemasan. Faktor risiko seperti keterlambatan dan cuaca buruk juga harus diperhitungkan.
Perhitungan Adil
Nezar juga menyatakan perlunya pemahaman mendalam terkait dengan cara platform mengenakan biaya layanan kepada pelanggan. Hasil dari seluruh perhitungan tersebut diharapkan dapat memberikan skema yang adil bagi para pengemudi dan platform. Dengan demikian, pengemudi dapat memperoleh hak yang layak dan platform pun dapat memperoleh margin keuntungan yang sesuai.
Pemerintah berencana untuk mengatur tarif layanan transportasi online, termasuk tarif ojek online (ojol) baik untuk penumpang maupun kurir pengantaran barang dan makanan. Peraturan tersebut diharapkan dapat selesai paling lambat awal bulan September 2026. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan mengatur tarif barang dan makanan, Kementerian Perhubungan mengatur tarif angkutan orang, sementara Kementerian UMKM bertanggung jawab atas pelaku transportasi online.












