Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah: Dampak Psikologis pada Anak
Rabu, 12 Agustus 2026 – Konflik antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, masih terus menjadi sorotan. Perseteruan yang semula berkaitan dengan hak asuh anak, waktu pertemuan, hingga pembagian nafkah, kini dinilai telah berkembang terlalu jauh dan berpotensi memberikan dampak serius bagi kondisi psikologis anak-anak mereka.
Keprihatinan Komnas Perlindungan Anak
Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (PA), Agustinus Sirait, menyampaikan keprihatinannya terhadap polemik yang terus berlangsung di ruang publik. Konflik panjang antara kedua orang tua dinilai dapat meninggalkan luka emosional yang kompleks bagi anak-anak.
Perseteruan Ruben dan Sarwendah terus memanas dalam artikel yang dirilis di VIVA. Di tengah permasalahan hak asuh, akses bertemu anak, hingga sindiran di media sosial, situasinya semakin membara setelah muncul rekaman CCTV pertikaian lama dan isu perselingkuhan.
Berfokus pada Kepentingan Anak
Menurut Agustinus, setelah perceraian, kedua belah pihak seharusnya memprioritaskan kepentingan anak-anak. Ia menekankan bahwa konflik berlarut-larut di depan publik akan berdampak negatif pada kondisi mental anak-anak. Agustinus sangat prihatin karena perselisihan tersebut belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.
Agustinus memberikan peringatan bahwa anak-anak mereka sedang terganggu secara psikologis akibat perseteruan yang terus berlanjut. Ia berharap kedua belah pihak bisa segera menghentikan konflik tersebut agar anak-anak tidak terbawa beban psikologis saat dewasa.
Agustinus juga menyoroti pentingnya konsep co-parenting setelah perceraian, di mana kedua belah pihak harus fokus pada kebutuhan emosional anak-anak daripada ego masing-masing. Demi kesejahteraan anak-anak, kerja sama dalam co-parenting sangat ditekankan agar kondisi psikologis mereka tetap terjaga.












