Berita  

OJK, LPS, dan BI: Pilar Stabilitas Keuangan untuk Pertumbuhan Ekonomi Sekarkijang

OJK, LPS, dan BI Sinergi Jaga Stabilitas Keuangan Sekarkijang

Stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah Sekarkijang tetap kokoh didukung pertumbuhan ekonomi regional yang solid. Sinergi lintas lembaga terus diperkuat guna mendorong ekspansi kredit dan inklusi keuangan masyarakat.

Kondisi Perbankan Sektor Jasa Keuangan

Kinerja intermediasi perbankan di wilayah Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang menunjukkan pertumbuhan positif hingga akhir Mei 2026. Kredit Bank Umum tumbuh sebesar 0,78 persen secara tahunan mencapai Rp62,42 triliun. Penyaluran kredit BPR dan BPRS juga mengalami lonjakan sebesar 6,83 persen menjadi Rp2,58 triliun. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga Bank Umum tumbuh signifikan sebesar 16,58 persen mencapai Rp55,80 triliun.

Pertumbuhan Sektor Keuangan Non-Bank

Pertumbuhan pesat juga terjadi pada sektor pasar modal dengan jumlah investor mencapai 431.375 SID, mengalami kenaikan hingga 70,42 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, sektor industri keuangan non-bank menunjukkan kinerja stabil dengan pertumbuhan piutang perusahaan pembiayaan sebesar 4,34 persen menjadi Rp4,86 triliun, dan pembiayaan modal ventura tumbuh 7,94 persen mencapai Rp411 miliar.

Kinerja perasuransian jiwa juga mengalami peningkatan signifikan dengan pertumbuhan premi sebesar 58,28 persen menjadi Rp271,49 miliar. Hal ini menandakan peningkatan kesadaran perlindungan risiko di masyarakat secara keseluruhan.

Langkah OJK, LPS, dan BI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus meningkatkan kualitas layanan informasi debitur melalui optimalisasi sistem untuk mempermudah akses pembiayaan. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin kepercayaan masyarakat terhadap perbankan dengan cakupan penjaminan simpanan di Jawa Timur dan Banyuwangi yang mencapai angka di atas 99 persen.

LPS juga menetapkan penyesuaian Tingkat Bunga Penjaminan simpanan Rupiah naik 25 basis poin, berlaku untuk Bank Umum sebesar 3,75 persen dan BPR sebesar 6,25 persen. Sementara Bank Indonesia (BI) fokus pada penguatan literasi dan perluasan inklusi keuangan bersama jaringan Komite Stabilitas Sistem Keuangan.

Di bidang pembayaran digital, adopsi teknologi transaksi masyarakat menunjukkan peningkatan yang signifikan, memperkuat ekosistem ekonomi digital di wilayah tersebut.

Source link