Menko Polkam Bicara Tantangan Modifikasi Cuaca Padamkan Karhutla

Menteri Koordinator Bidang Politik: Operasi Modifikasi Cuaca Efektif Padamkan Karhutla

Menteri Koordinator Bidang Politik (Menko Polkam) Djamari Chaniago mengungkapkan bahwa salah satu upaya paling efektif untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia adalah dengan melaksanakan operasi modifikasi cuaca.

Menurut Djamari, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menangani masalah karhutla ini, baik melalui operasi udara maupun operasi darat. Untuk operasi udara, pemerintah telah mengerahkan sekitar 43 helikopter dan 10-15 pesawat fixed-wing yang siap dikerahkan sesuai kebutuhan.

Operasi Bergantung pada Keberadaan Awan Hujan

Operasi modifikasi cuaca ini bergantung pada keberadaan awan hujan. Tanpa adanya awan hujan, pemerintah tidak dapat melaksanakan operasi ini.

“Tetapi ada satu persyaratan yang harus kita hadapi yaitu kita menemukan ada awan hujan. Selama awan hujan itu tidak bisa kita temukan, tidak ada, kita tidak akan bisa membuat hujan buatan,” ujar Djamari.

Berdasarkan perkiraan, terdapat peluang munculnya awan hujan dalam beberapa hari hingga 18 Agustus. Jika awan hujan muncul, itu dapat menjadi anugrah untuk memadamkan karhutla yang terjadi di Indonesia.

Provinsi Rawan Karhutla

Pemerintah mencatat bahwa lebih dari 107 ribu hektare lahan terdampak karhutla di Indonesia hingga awal Agustus 2026. Ada enam provinsi yang dinilai paling rawan terjadi karhutla, yaitu:

  1. Riau
  2. Jambi
  3. Sumatera Selatan
  4. Kalimantan Barat
  5. Kalimantan Tengah
  6. Kalimantan Selatan

Dengan berbagai usaha dan operasi modifikasi cuaca yang dilakukan pemerintah, diharapkan karhutla dapat segera teratasi dan lingkungan serta kesehatan masyarakat dapat terjaga dengan baik.

Source link