Komdigi: Indonesia Sebagai Pasar Internet Global

Komdigi Mendorong Kemandirian Internet di Indonesia

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), menegaskan pentingnya kemandirian dalam industri internet di dalam negeri. Hal ini disampaikan dalam acara peringatan HUT ke-30 Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

Internet Sebagai Prasyarat Utama

Sekretaris Jenderal Komdigi, Ismail, menyatakan bahwa konektivitas internet sudah menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat modern. Tanpa koneksi yang memadai, akses terhadap berbagai informasi, kreativitas, dan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) akan terbatas.

Ismail menekankan pentingnya peran industri penyedia layanan internet nasional untuk membantu Indonesia menjadi lebih mandiri dalam hal konektivitas di dalam negeri. Pemerintah berharap agar internet tidak hanya dijadikan sebagai pasar bagi perusahaan global, tetapi juga sebagai sarana untuk memajukan bangsa.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menyoroti masalah konten negatif di internet yang dapat berdampak pada generasi muda. Ismail mengajak semua pihak terkait, termasuk APJII, untuk bersama-sama mengawasi pemanfaatan internet guna menjaga budaya dan moralitas yang baik.

Menurut survei APJII, penetrasi internet di Indonesia mencapai 81,72 persen pada tahun 2026, dengan jumlah pengguna mencapai sekitar 235 juta jiwa. APJII juga telah merencanakan berbagai program strategis, seperti Kampung Internet dan peningkatan kecepatan layanan hingga 100 Mbps, untuk memperluas akses internet ke seluruh penjuru Tanah Air.

Selain itu, APJII juga aktif dalam pengelolaan Indonesia Internet Exchange (IIX), yang memungkinkan lalu lintas internet domestik tetap berada di dalam negeri. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, kecepatan, dan keandalan layanan internet di Indonesia.

Source link