Rusia Pasang Sistem Pengacau Sinyal untuk Menghambat Starlink
Rusia telah memperkenalkan sistem perang elektronik baru dengan tujuan mengganggu jaringan internet Starlink. Sistem ini dikembangkan untuk menyasar satelit langsung, bukan terminal komunikasi di darat. Dikenal dengan nama Volna Kupol Garant, sistem ini bekerja dengan mengarahkan sinyal radio berkekuatan tinggi secara langsung ke satelit Starlink. Hal ini dilakukan untuk menghalangi satelit menerima transmisi sinyal dari pengguna yang berada dalam area operasionalnya.
Dilansir dari Tech Radar pada Senin (3/8), Volna Kupol Grant menggunakan sinyal radio frekuensi tinggi bergelombang sempit, sebuah pendekatan yang berbeda dari sistem perang elektronik konvensional. Sinyal ini akan membebani muatan antena penerima pada satelit Starlink, membuat satelit tersebut tidak dapat mendeteksi sinyal yang diterima dari terminal darat di area terkena gangguan.
Sistem Pengacau Sinyal Volna Kupol Garant
Dikemukakan oleh Dmitry Kuzyakin, desainer dari Center for Integrated Unmanned Solutions, ketika proses ‘penyinaran’ berlangsung, sistem ini memblokir kemampuan satelit tertentu dalam melayani terminal di darat. Walaupun tidak merusak fisik dari satelit tersebut, satelit yang mengalami gangguan akan membutuhkan waktu pemulihan beberapa menit sebelum fungsi komunikasinya kembali normal.
Sistem Volna Kupol Garant dilengkapi dengan enam modul beroda, dengan masing-masing modul membawa dua antena satelit yang dapat diarahkan. Antena-antena ini dilindungi oleh kubah pelindung transparan radio, dan sistem ini menggunakan format modular untuk memberikan fleksibilitas dan kemudahan operasional di berbagai medan dan kebutuhan penggelaran.
Upaya Rusia Melindungi Diri dari Serangan Drone Ukraina
Sistem pengacau sinyal canggih ini merupakan salah satu upaya Rusia untuk menghadapi serangan drone yang dilakukan oleh Ukraina. Atas perkembangan drone jarak menengah Ukraina yang kerap dikendalikan melalui Starlink, Rusia memasang sistem ini untuk mengacaukan sinyal canggih dan gangguan internet satelit milik Elon Musk.
Rusia mengalami berbagai taktik serangan dari Ukraina, namun dengan pemasangan alat pengacau sinyal yang mampu memutus koneksi pengendali drone, Rusia mencoba melindungi pasokan bahan bakar dan logistik militer mereka. Sebagian besar misi drone Ukraina mengandalkan Starlink, yang sebelumnya dianggap kebal terhadap gangguan sinyal.












