In Memoriam Trisno PAS Band: Bassis Legendaris Berpulang

Bambang Sutrisno atau Trisno PAS Band Tutup Usia

Pada Sabtu, 1 Agustus 2026, dunia musik Indonesia dirundung duka dengan kepergian Bambang Sutrisno atau Trisno, bassis legendaris PAS Band. Selama puluhan tahun, Trisno telah menghasilkan banyak karya musik yang dikenang oleh banyak orang.

Perjalanan Hidup Trisno

Di balik karir gemilangnya sebagai musisi rock, Trisno juga terjun ke dunia pendidikan. Selain berkontribusi dalam industri musik, ia juga memiliki perjalanan hidup yang menarik dan menginspirasi banyak orang.

Lahir dan Berkarya di Bandung

Trisno, nama panggung dari Bambang Sutrisno, lahir di Bandung pada 16 Agustus 1970. Kota Bandung menjadi saksi perjalanan panjangnya dalam musik. Nama Trisno atau Trisnoize melekat kuat dalam karir musiknya, terutama bersama PAS Band.

Sebagai bassis PAS Band, Trisno berhasil menjadi bagian tak terpisahkan dari band legendaris tersebut. Kontribusinya dalam membentuk identitas musik PAS Band sangat berarti dalam perkembangan musik rock di Indonesia.

Kebersamaan dengan Bengbeng

Trisno juga dikenal karena kebersamaannya dengan sang kakak, Bengbeng, yang merupakan gitaris PAS Band. Keduanya berhasil menjaga kekompakan dalam bermusik, sehingga PAS Band bisa bertahan lama dan mencuri hati para penggemar musik di Tanah Air.

Selain berkarir di dunia musik, Trisno juga aktif sebagai guru bahasa Jerman. Kiprahnya dalam dunia pendidikan menjadi cerminan bahwa seorang musisi juga bisa memiliki minat dan profesi lain di luar bakat musiknya.

Sebelum Trisno tutup usia, ia sempat dirawat di ruang ICU karena kondisinya yang menurun. Kabar tersebut membuat keluarga, rekan satu band, dan penggemar merasa sedih atas kepergiannya.

Kehadiran Trisno dalam dunia musik Indonesia tidak akan terlupakan, dan warisannya akan terus hidup melalui karya-karya musik yang telah ia ciptakan bersama PAS Band.

Source link