El Nino: Dampak Penyiraman Bensin ke Bumi yang Terbakar

El Nino Mendominasi Pola Cuaca Global, Fenomena Iklim Semakin Menguat

Jakarta, CNN Indonesia – Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan bahwa fenomena iklim El Nino yang semakin menguat diprediksi akan mendominasi pola cuaca global, membawa dampak ekstrem di berbagai penjuru dunia. Laporan terbaru dari WMO menyebut bahwa El Nino diyakini dapat meningkatkan intensitas gelombang panas, kekeringan, dan banjir di sejumlah wilayah dunia. Negara-negara di Afrika dan Eropa tengah berjuang melawan kebakaran hutan, sementara musim monsun memicu bencana di Asia Selatan.

Suhu Permukaan Laut Meningkat, Resiko Lonjakan Suhu Global

Menurut Sekjen PBB Antonio Guterres, El Nino bukan lagi ancaman yang berada di ambang pintu, melainkan sudah masuk ke dalam rumah dan terus meningkat. Peningkatan suhu permukaan laut di Pasifik Tengah diperkirakan akan melonjak lebih dari 2,9°C di atas normal. Hal ini diprediksi dapat mengganggu sistem cuaca dan menyebabkan lonjakan suhu global secara signifikan.

Guterres menekankan perlunya tindakan cepat dari setiap negara untuk menanggulangi dampak El Nino yang semakin memperparah perubahan iklim. Penggunaan bahan bakar fosil menjadi fokus utama dalam krisis ini, dengan Guterres mendesak agar proyek-proyek batu bara, minyak, dan gas dihentikan secara menyeluruh.

Peringatan dan Tindakan Tanggap Dini

WMO memproyeksikan suhu di atas rata-rata akan terjadi di berbagai wilayah daratan, dengan lonjakan panas terparah terjadi di Afrika, Eropa Selatan, India Selatan, Asia Timur, dan Amerika Selatan. Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo menekankan pentingnya aksi nyata dari pemerintah dan lembaga kemanusiaan dalam melindungi masyarakat yang rentan terdampak oleh fenomena ini.

Para ilmuwan memberi peringatan bahwa El Nino tahun ini berpotensi mencapai rekor intensitas terkuatnya, meskipun masih terdapat ketidakpastian dalam proyeksi pemodelan komputer. Prakiraan cuaca, tanpa tindakan nyata, tidak akan mampu mencegah bahaya yang ditimbulkan oleh fenomena iklim ini.

Source link