Pencegahan Kekerasan di Lingkungan Sekolah: Langkah Strategis Universitas Airlangga
Sosialisasi dan Pelatihan Kekerasan di Sekolah
Di tengah kasus kekerasan yang masih mengintai dalam lingkungan sekolah, Universitas Airlangga (UNAIR) mengambil langkah strategis dengan melaksanakan kegiatan sosialisasi Pencegahan Kekerasan di Satuan Pendidikan dan Pendampingan Psychological First Aid (PFA).
Pada tanggal 4 September 2025, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) UNAIR menyelenggarakan kegiatan tersebut di SMA Negeri 1 Genteng, Banyuwangi. Acara ini dihadiri oleh 92 peserta, terdiri dari guru, staf sekolah, satgas SIGAP PERPU, dan siswa.
Mempelajari Pentingnya Penanganan Awal
Dalam kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami berbagai bentuk kekerasan yang sering terjadi di lingkungan sekolah serta langkah-langkah penanganan awal bagi korban melalui pendekatan Psychological First Aid (PFA). Dwi Retna Kumalaningrum, ketua pelaksana kegiatan, menekankan pentingnya kesadaran terhadap dampak psikologis yang bisa timbul akibat kekerasan, terutama kekerasan verbal.
Materi pencegahan dan penanganan kekerasan disampaikan oleh dr. Bella Amanda dan Dwi Retna Kumalaningrum, sedangkan pelatihan Psychological First Aid (PFA) diberikan oleh Intan Fitranisa. Peserta dilatih untuk mengenali kondisi psikologis korban serta memberikan dukungan awal sebelum korban mendapatkan bantuan professional.
Memperkuat Program SIGAP PERPU
Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat program SIGAP PERPU (Siswa Tanggap Pelaporan dan Perundungan) yang telah dikembangkan oleh SMA Negeri 1 Genteng. Wijayanti, penggagas program tersebut, mengapresiasi kolaborasi yang baik antara UNAIR dan SMA Negeri 1 Genteng dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan.
Selain sosialisasi dan pelatihan, Tim Pengmas UNAIR juga memberikan sejumlah media edukasi kepada sekolah, seperti booklet pencegahan kekerasan, banner Psychological First Aid (PFA), dan landing page berisi materi edukasi dan kanal pelaporan. Media tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, UNAIR berharap kolaborasi dengan SMA Negeri 1 Genteng dapat terus berlanjut demi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi generasi muda. Semua pihak, termasuk guru dan siswa, diharapkan dapat bersama-sama mencegah dan menangani kasus kekerasan di lingkungan sekolah.












