Studi: AI Membuat Hampir 50% Konten LinkedIn

Lebih dari 40 Persen Unggahan Panjang di LinkedIn Dibuat oleh AI

Sebuah riset terbaru dari firma pendeteksi konten AI, Pangram Labs, menunjukkan bahwa lebih dari 40 persen unggahan panjang di LinkedIn, yaitu di atas 250 kata, sepenuhnya dibuat oleh kecerdasan buatan.

LinkedIn merupakan platform dengan proporsi konten AI tertinggi dibanding platform lain yang diteliti, menurut laporan Pangram Labs. Melalui analisis lebih dari satu juta unggahan dari LinkedIn, X, Substack, Medium, dan Reddit, Pangram Labs menemukan bahwa unggahan panjang memiliki kemungkinan lebih tinggi dibuat oleh AI daripada unggahan pendek.

Platform dengan Konten AI Tertinggi

Meskipun hanya sekitar sepertiga dari unggahan yang dipindai, LinkedIn menyumbang hampir dua pertiga atau 62 persen dari seluruh konten AI yang ditandai oleh sistem Pangram Labs. Studi tersebut juga menemukan bahwa X menjadi platform dengan proporsi konten AI tertinggi jika mengikutsertakan konten campuran buatan manusia dan AI.

Platform Substack, sebaliknya, diketahui memiliki dampak yang lebih sedikit terhadap konten AI. Unggahan panjang di Substack lebih jarang dibuat oleh AI dibanding platform lain yang dianalisis oleh Pangram Labs. Namun, jika konten campuran di X ikut dihitung, platform ini memiliki proporsi konten AI yang cukup tinggi.

Akibat Konten AI di Media Sosial

Pangram Labs juga menyebutkan bahwa pengguna lebih cenderung menggunakan AI untuk berbicara atas nama mereka di lingkungan profesional yang terhubung dengan identitas asli. Hal ini berbeda di platform anonim, di mana penggunaan AI cenderung lebih rendah.

CEO sekaligus salah satu pendiri Pangram Labs, Max Spero, mengungkapkan bahwa tulisan AI menjadi masalah yang merata di seluruh platform media sosial, terutama pada konten yang lebih panjang. Data dari riset tersebut memberikan gambaran yang jelas mengenai penggunaan AI dalam pembuatan konten saat ini.

Source link