Baznas Bondowoso Diminta Lebih Transparan dalam Pengelolaan Dana Umat
Kontroversi terkait surat edaran zakat, infak, dan shadaqah (ZIS) yang dikeluarkan oleh Bupati Bondowoso masih menjadi sorotan. Ketua DPRD Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, menegaskan bahwa pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana umat yang dihimpun melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bondowoso.
Ahmad Dhafir Mendorong Keterbukaan Laporan
Ahmad Dhafir menyatakan bahwa keterbukaan laporan tentang penerimaan dan penyaluran zakat perlu dilakukan secara berkala untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat. Menurutnya, para muzakki perlu merasa yakin bahwa zakat yang mereka berikan dikelola dengan benar.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua I Baznas Bondowoso, Gugah Eko Saputro, menyebut bahwa informasi mengenai pengumpulan dan pengeluaran dana zakat telah dipublikasikan melalui media sosial resmi Baznas Bondowoso, seperti akun TikTok dan Instagram.
Transparansi Sebagai Kunci Akuntabilitas Moral
Baznas Bondowoso telah menyampaikan laporan pertanggungjawaban setiap tahun kepada OPD di Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Dana yang terhimpun digunakan untuk berbagai program sosial, termasuk bantuan beasiswa untuk mahasiswa dan seragam sekolah bagi siswa SD dan SMP. Selain itu, sebagian dana digunakan untuk operasional lembaga Baznas.
Meskipun Baznas telah beberapa kali meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), tuntutan transparansi dan keterbukaan informasi semakin meningkat di tengah tuntutan akuntabilitas yang lebih besar dari publik. Keterbukaan informasi secara berkala dianggap penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan para pemberi zakat.












