Bupati Purwakarta Klarifikasi Lagu Kontroversial ‘Lalaki Langit, Lalanang Bejad’
Pada Minggu, 5 Juli 2026, lagu berbahasa Sunda yang berjudul ‘Lalaki Langit, Lalanang Bejad’ yang diperkenalkan oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau Om Zein mengundang perhatian publik secara luas. Namun, lagu ini memicu polemik di masyarakat karena dianggap merendahkan perempuan.
Om Zein Beri Penjelasan pada Gubernur Jawa Barat
Setelah lagu tersebut viral dan menerima berbagai kritik tajam, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memanggil Om Zein untuk memberikan klarifikasi terkait karya kontroversial ini di kantornya di Bandung. Di hadapan Dedi Mulyadi, Om Zein menjelaskan bahwa lagu tersebut merupakan ekspresi dari perjalanan kebatinannya jauh sebelum menjabat sebagai Bupati.
Alasan di Balik Lirik Lagu ‘Lalaki Langit, Lalanang Bejad’
Om Zein menjelaskan bahwa pemilihan kalimat dalam lirik lagu tersebut dimaksudkan untuk mencerminkan situasi kebatinannya pada masa lalu. Dia merasa bersyukur atas kehidupan yang telah dijalani, namun juga menyadari bahwa kenakalannya pada masa lalu membawanya pada perjalanan spiritual yang unik.
Menurut Om Zein, lagu ini sebenarnya merupakan bentuk refleksi dari rasa syukur atas pengalaman hidupnya. Dia mengungkapkan bahwa jika ia terlahir sebagai perempuan nakal, maka kenakalannya akan berlipat ganda. Hal ini ia gambarkan dalam lirik lagu untuk mengilustrasikan perjalanan hidupnya yang penuh warna.
Dengan klarifikasi yang disampaikan langsung kepada Gubernur, Om Zein berharap agar masyarakat dapat memahami sudut pandang dan niat baik di balik karyanya yang kontroversial ini.












