Akun TikTok ‘Ustazah Hajar’ Ramai Dibicarakan: Buatan AI atau Manusia?
Jakarta, CNN Indonesia — Akun TikTok dengan nama pengguna @nia.hajar_s menjadi sorotan publik setelah diketahui bahwa sosok ‘ustazah’ tersebut sebenarnya merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).
Akun Viral dengan Followers Ribuan
Pada Kamis (25/6) sore, akun tersebut telah mengumpulkan lebih dari 920 ribu followers dan 10,4 juta likes di TikTok. Sosok perempuan dalam videonya tampil mengenakan hijab, memberikan ceramah di depan mikrofon dengan gaya seorang ustazah.
Kemunculan ‘Ustazah Hajar’ ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warganet, terutama terkait dengan popularitasnya yang begitu besar di TikTok.
Viralitas dan Kecemasan Warganet
Visual yang realistis membuat banyak pengguna digital terkecoh dan mempercayai bahwa mereka sedang mendengarkan sosok manusia asli. Keberadaan ‘Ustazah Hajar’ kemudian menimbulkan pertanyaan terkait dengan akuntabilitas, karena dalam konteks kesalahan atau kekeliruan informasi, tidak ada individu nyata yang dapat dimintai pertanggungjawaban.
Akademisi budaya dan komunikasi digital, Firman Kurniawan, memastikan bahwa ‘Ustazah Hajar’ sebenarnya adalah hasil karya dari AI. Intonasi suara yang teratur dalam videonya menjadi ciri khas yang membuktikan hal ini.
“Suaranya itu intonasinya sangat teratur, rapi. Kalau orang ngomong itu kan kadang ada jeda, ada mikir. Nah ini runtut dan tempo-nya itu sangat teratur. Nah ini terlihat kalau itu fabrikasi, itu buatan artificial intelligence,” jelas Firman.
Perspektif Pengamat Terhadap Konten AI
Pengamat digital, Alfons Tanujaya, menyatakan bahwa tren penggunaan konten AI semakin meningkat karena teknologi yang semakin murah, kemudahan penggunaan AI, dan kualitas hasil yang semakin menyerupai konten asli.
Alfons menegaskan bahwa konten AI tetap memiliki dampak, baik positif maupun negatif, yang tergantung pada niat dan isi pesan yang disampaikan, bukan semata-mata pada metode pembuatannya.
Namun demikian, risiko terbesar muncul ketika identitas pembuat konten tidak jelas. Hal ini dapat mempersulit proses pemantauan, pertanggungjawaban, dan akuntabilitas dalam pengelolaan konten tersebut.
Perkembangan AI yang semakin canggih memicu tantangan baru dalam mengidentifikasi konten asli dan buatan AI, serta menegaskan pentingnya transparansi dalam penggunaan teknologi ini.
[Gambas:Video CNN]
Sumber: CNN Indonesia












