Komisi A DPRD Surabaya Berupaya Temukan Solusi Terbaik untuk Polemik Tanah Ganjaran di Sumur Welut
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menegaskan bahwa persoalan eks tanah ganjaran di Kelurahan Sumur Welut tidak berakhir dalam polemik ruilslag puluhan tahun lalu. Kerjasama antara DPRD, warga, Pemkot Surabaya, dan pihak terkait bertujuan untuk mencari solusi agar masyarakat tetap mendapat manfaat nyata dari proses tukar guling tersebut.
Proses Ruilslag Dilalui Warga Sumur Welut
Pada rapat yang diselenggarakan, terungkap bahwa tanah ganjaran seluas 14 hektare di Sumur Welut ditukar dengan lahan pengganti seluas 15,6 hektare di Sumberrejo pada tahun 1994. Namun, keberatan muncul karena lokasi lahan pengganti jauh dari Sumur Welut dan tidak cocok dengan mata pencaharian mayoritas warga yang bergerak di sektor pertanian.
Politisi Gerindra, Yona Bagus Widyatmoko, menyampaikan bahwa tanah pengganti yang berupa tambak dan terletak jauh dari Sumur Welut tidak memberikan manfaat ekonomi yang diharapkan oleh warga setempat yang mayoritas petani.
Mencari Solusi Terbaik untuk Warga Sumur Welut
Hasil rapat Komisi A DPRD Surabaya menunjukkan bahwa legalitas proses tukar menukar sudah sesuai, namun fokus kedepan adalah bagaimana menghadirkan manfaat bagi warga Sumur Welut melalui program pembangunan dan pemanfaatan aset pemerintah yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.
Warga mengusulkan beberapa kebutuhan seperti gedung serbaguna, sentra UMKM, taman bermain anak, sarana olahraga, dan lahan produktif lainnya. Komisi A meminta BPKAD dan Kecamatan Lakarsantri untuk melakukan pendataan aset Pemkot di sekitar Sumur Welut dan merencanakan pemanfaatannya dalam waktu 30 hari kerja.
Selain itu, Komisi A juga mendorong PT Bakti Tamara untuk memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) guna memberdayakan ekonomi warga dan menciptakan peluang kerja.
Demikian upaya yang dilakukan oleh Komisi A DPRD Surabaya bersama seluruh pihak terkait untuk menyelesaikan polemik tanah ganjaran di Sumur Welut demi kesejahteraan masyarakat setempat.












