Berita  

E-Voting Pilkades 2027: Arahan Kemendagri untuk 130 Desa Banyuwangi

Banyuwangi Berencana Implementasikan e-Voting untuk Pilkades 2027

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mempersiapkan diri untuk melaksanakan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak pada bulan Oktober 2027 dengan memanfaatkan sistem digital. Aplikasi e-voting sedang dipersiapkan sebelum diujicoba pada bulan Juli mendatang.

Persiapan Menuju Pilkades Digital

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, menjelaskan bahwa penerapan e-voting merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Banyuwangi dipilih karena berhasil mencapai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) terbaik di Indonesia. Sebanyak 130 desa di Banyuwangi direncanakan akan menggunakan e-voting pada pilkades mendatang.

“Ada sekitar 130 desa yang akan melaksanakan pilkades pada Oktober 2027. Harapan dari Kemendagri, Banyuwangi bisa melaksanakan pilkades secara digital melalui e-voting,” ungkap Nanin.

Keunggulan e-Voting

Pemkab Banyuwangi terus mengembangkan aplikasi e-voting untuk memastikan kelancaran proses pemungutan suara pada pilkades nanti. E-voting diharapkan dapat mengurangi konflik yang biasanya muncul pada saat penghitungan suara, seperti perselisihan terkait suara sah dan tidak sah.

Selain itu, kehadiran sistem digital ini diharapkan dapat mengurangi angka golongan putih (golput) dalam pemilihan kepala desa. Dengan DPT terintegrasi ke dalam sistem, proses pencoblosan menjadi lebih efisien. Meskipun menggunakan e-voting, masyarakat diwajibkan tetap mendatangi TPS untuk memberikan suaranya.

Kecepatan dalam penghitungan suara juga menjadi keunggulan utama e-voting. Setelah pemungutan suara selesai, hasilnya dapat diketahui dengan cepat tanpa harus menunggu proses penghitungan manual satu per satu.

Pemkab Banyuwangi akan segera menggelar simulasi e-voting pada tahun ini di desa-desa yang akan melaksanakan pilkades. Selain persiapan perangkat, sosialisasi juga akan dilakukan agar masyarakat desa terbiasa dengan penggunaan e-voting sebelum pelaksanaan pilkades.

Source link