Gunung Lewotobi Laki-Laki Kembali Erupsi, Hujan Pasir Melanda Sejumlah Wilayah di Flores Timur
Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali mengalami serangkaian erupsi yang menyebabkan hujan pasir di sejumlah wilayah Flores Timur. Peristiwa ini terjadi pada Jumat hingga Sabtu, 6 Juni 2026, menyebabkan dampak bagi warga di beberapa desa.
Hujan Pasir di Wilayah Flores Timur
Hujan pasir menerpa sejumlah wilayah di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, akibat aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. Desa-desa seperti Hokeng Jaya, Klatanlo, Dulipali, Boru, dan Boru Kedang menjadi terdampak fenomena alam ini.
Gunung setinggi 1.584 meter di atas permukaan laut tersebut telah meletus sebanyak lima kali dengan kolom abu mencapai ketinggian 1.000 hingga 2.500 meter di atas puncak. Hujan pasir dan abu vulkanik turut memengaruhi aktivitas sehari-hari penduduk di sekitar gunung.
Peringatan dari PVMBG
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat bahwa Gunung Lewotobi Laki-Laki berada pada status Level III atau Siaga. Aktivitas erupsi yang berulang turut diikuti dengan tingginya kegempaan vulkanik di sekitar gunung.
Sejumlah gempa letusan, gempa guguran, gempa hembusan, dan tremor non-harmonik tercatat dalam periode pengamatan terakhir. Dengan adanya peningkatan aktivitas vulkanik, PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati radius lima kilometer dari pusat erupsi gunung.
Para pengamat telah merekam lahar hujan sebagai potensi bencana alam yang harus diwaspadai, terutama jika terjadi curah hujan tinggi di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki. Wilayah seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote termasuk yang harus memperhatikan ancaman tersebut.
Instruksi dan Koordinasi
Untuk mengantisipasi dampak dari erupsi gunung, PVMBG memberikan instruksi kepada masyarakat setempat untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna mengurangi risiko terhadap sistem pernapasan.
Pemerintah daerah, Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, dan PVMBG terus berkoordinasi untuk menyampaikan perkembangan aktivitas gunung dan menyediakan informasi yang akurat kepada seluruh masyarakat terdampak. Kehati-hatian dan kewaspadaan merupakan hal yang penting dalam menghadapi situasi erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki ini.












