Serapan Gabah dan Beras Petani di Bulog Tegal Tembus 64 Ribu Lebih Ton
Melalui realisasi serapan gabah dan beras petani hingga awal Juni 2026, Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Tegal berhasil mencapai angka 64.782,32 ton setara beras. Hal ini menjadi sebuah pencapaian penting bagi Kancab Tegal dalam mendukung pengadaan beras nasional serta penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Komitmen Bulog Tegal dalam Mendukung Petani
Pimpinan Perum Bulog Kancab Tegal, Agung Rochman, menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah petani. Dengan capaian serapan sebesar 64.782,32 ton setara beras, Kancab Tegal telah menunjukkan keseriusannya dalam memastikan hasil panen terserap secara optimal demi mendukung ketahanan pangan nasional.
Agung juga menyatakan bahwa Bulog Tegal akan terus meningkatkan penyerapan selama musim panen kedua berlangsung. Keberhasilan serapan ini tidak terlepas dari kerja sama yang kuat antara petani, pemerintah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, penggilingan padi, dan seluruh tim Bulog yang selalu siap bekerja keras tanpa kenal lelah.
Dampak Kebijakan HPP dan Stok CBP
Kebijakan penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering petani sebesar Rp 6.500 per kilogram terbukti efektif dalam memberikan kepastian pasar bagi petani di seluruh Indonesia. Hal ini juga tercermin dari penguatan stok CBP yang kini mencapai level tertinggi dalam sejarah pengelolaan pangan nasional.
Dengan stok beras yang dikelola Bulog telah mencapai lebih dari 5 juta ton, hal ini memberikan jaminan ketersediaan pangan yang stabil, bantuan pangan, serta mitigasi terhadap bencana dan gejolak pasar. Bulog optimistis bahwa target pengadaan 4 juta ton setara beras pada tahun 2026 dapat tercapai bahkan sebelum akhir tahun.
Agung menekankan bahwa keberhasilan serapan ini tidak hanya sekadar angka, melainkan sebuah bukti nyata atas perhatian negara terhadap petani serta komitmen bersama dalam mencapai swasembada pangan nasional.












