Jakarta, CNN Indonesia — Ilmuwan menilai ada kemungkinan Bumi dapat mengirim bahan kehidupan ke Venus, lewat mekanisme yang dikenal sebagai panspermia. Hal ini mengacu pada gagasan bahwa kehidupan di Bumi berasal dari tempat lain di alam semesta dan dibawa ke sini oleh meteoroid serta benda angkasa lainnya.
Mungkin Terjadi Pertukaran Bahan Kehidupan Antara Bumi dan Venus
Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa skenario ini masuk akal secara perhitungan, terutama jika material yang dilepaskan dari Bumi mampu bertahan dan tersebar di atmosfer tebal Venus. Studi ini dipresentasikan dalam Lunar and Planetary Science Conference 2026 oleh tim dari Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory (JHUAPL) dan Sandia National Laboratories.
Melalui Venus Life Equation (VLE)
Studi yang dipublikasikan di Journal of Geophysical Research: Planets ini fokus pada keberadaan material yang bisa memungkinkan kehidupan bertahan di awan Venus. Mereka menggunakan kerangka yang disebut Venus Life Equation (VLE), yang menggambarkan peluang adanya kehidupan dengan memperhitungkan asal-usul kehidupan, ketahanan material, dan kesinambungan kondisi di Venus.
Para peneliti meneliti perjalanan material dari Bumi ke Venus melalui ruang angkasa dan menemukan bahwa material organik dari Bumi perlu tersebar di dalam atau tepat di atas lapisan awan Venus agar dapat bertahan. Dengan memadukan model pancake untuk fragmen bolide dan data parameter awal, mereka memperkirakan ratusan miliar sel mungkin telah berpindah dari Bumi ke awan Venus dan sebagian di antaranya masih layak hidup.
Meskipun terdapat ketidakpastian dalam model VLE ini, studi ini menyimpulkan bahwa pertukaran bahan kehidupan antara Bumi dan Venus merupakan kemungkinan yang patut dipertimbangkan. Jika misi astrobiologi di masa depan menemukan tanda kehidupan di awan Venus, masih ada kemungkinan bahwa sumbernya berasal dari Bumi.












