Berita  

Bupati Ipuk Ajak Aisyiyah Perkuat Dakwah Kemanusiaan di Banyuwangi – Inovasi Dakwah Kemanusiaan di Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Apresiasi Gerakan Dakwah Kemanusiaan Aisyiyah

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memberikan apresiasi terhadap gerakan dakwah kemanusiaan yang terus dikembangkan oleh Aisyiyah. Apresiasi ini disampaikan dalam peringatan Milad ke-109 Aisyiyah yang digelar di SMK Muhammadiyah 2 Genteng pada hari Minggu, 31 Mei 2026.

Ipuk menilai bahwa dakwah kemanusiaan menjadi nilai penting dalam memperkuat kehidupan sosial masyarakat. Baginya, ajaran Islam harus memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa melihat latar belakang tertentu. Semangat dakwah yang inklusif ini sejalan dengan berbagai program pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Semangat Kolaborasi untuk Menanggulangi Kemiskinan

Ipuk mengajak Aisyiyah dan keluarga besar Muhammadiyah untuk berkolaborasi dalam mendukung program-program sosial yang dapat berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satu fokus utama adalah upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Oktober 2025, tingkat kemiskinan di Banyuwangi telah mengalami penurunan menjadi 6,13 persen. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) juga menunjukkan penurunan yang signifikan. Capaian ini tak lepas dari peran semua pihak, termasuk Aisyiyah dan Muhammadiyah,

Dakwah Kemanusiaan dalam Aksi Nyata

Sekretaris Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur, Dr. Nur Mukarramah, menegaskan pentingnya mengubah gagasan dakwah kemanusiaan menjadi program nyata yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Mulai dari penguatan pendidikan, kesehatan keluarga, hingga aksi sosial lainnya.

Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Banyuwangi, Laili Dwi Damayanti, menyampaikan bahwa Aisyiyah terus menjalankan berbagai program sosial seperti Jumat Berkah dan Ahad Berkah untuk membantu warga yang membutuhkan. Program-program ini adalah langkah konkret untuk mewujudkan dakwah kemanusiaan dalam tindakan nyata di Banyuwangi.

Sumber: Suara Indonesia

Source link