Penjelasan BRIN: Benarkah Blue Moon Membuat Bulan Biru?







Fenomena Langka: <a href="https://portalberitaantara.net/2026/06/11/4-astronaut-artemis-iii-siapa-yang-siap-terbang-ke-ruang-angkasa/">Bulan</a> Purnama Biru Bakal Hiasi Langit Malam

Fenomena Langka: Bulan Purnama Biru Bakal Hiasi Langit Malam

Jakarta, CNN Indonesia — Minggu (31/5) nanti, langit malam akan disuguhkan dengan fenomena langka, yaitu Blue Moon atau Bulan Purnama Biru. Meskipun namanya Bulan Purnama Biru, sebenarnya tidak berarti bahwa Bulan akan berwarna biru. Fenomena ini diprediksi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) cukup jarang terjadi, biasanya hanya muncul dua atau tiga tahun sekali. Purnama kedua Mei ini akan menghiasi langit setelah sebelumnya Flower Moon muncul pada 1 Mei.

Seluk Beluk Blue Moon

Menurut BRIN, Blue Moon merujuk pada Bulan purnama kedua yang muncul dalam satu bulan kalender. Meskipun mungkin terdengar eksotis, Bulan tetap akan terlihat seperti biasa, yaitu putih kekuningan. Nama Blue Moon hanya merupakan istilah untuk menyebut Bulan purnama tambahan yang muncul tidak terlalu sering. Fenomena ini sering diasosiasikan dengan sesuatu yang langka. Puncak fase Blue Moon dijadwalkan terjadi pada 31 Mei.

Menyaksikan Fenomena Langka Ini

Fase puncak Blue Moon diperkirakan akan terjadi pada waktu sore di Indonesia. Namun, momen terbaik untuk menikmatinya tetap saat malam tiba, ketika Bulan tampak jelas di langit timur. Pada malam Bulan Purnama Biru bersinar, Bulan juga akan terlihat berdekatan dengan Antares, bintang merah terang yang dikenal sebagai ‘jantung’ konstelasi Scorpio. Anda dapat melihat Blue Moon langsung dengan mata telanjang tanpa peralatan khusus seperti teleskop.

Bagi pengamat yang ingin pengalaman pengamatan lebih maksimal, disarankan untuk mencari lokasi dengan langit terbuka. Jika cuaca cerah, fenomena ini dapat dinikmati dari seluruh wilayah Indonesia sepanjang malam. Jadi, pastikan untuk meluangkan waktu dan menyaksikan keindahan langka ini!

Sumber


Source link