Aplikasi ‘Kematian’ Jadi Penyelamat Lansia di China






<a href="https://portalberitaantara.net/2026/06/08/perubahan-di-departemen-marketing-silmy-karim-keluar-edwin-hidayat-masuk/">Transformasi</a> Aplikasi Sileme Menjadi Alat Keselamatan Lansia

Transformasi Aplikasi Sileme Menjadi Alat Keselamatan Lansia

Jakarta, CNN Indonesia — Aplikasi Sileme, asal China, awalnya dikenal karena maknanya yang kontroversial ‘hidup atau mati’. Namun, kini berubah menjadi alat keamanan yang didukung pemerintah.

Perubahan Menuju Keselamatan Lansia

South China Morning Post pada Rabu (27/6) melaporkan bahwa aplikasi ini yang terinspirasi dari kekhawatiran pengembang saat berjalan pulang sendirian pada larut malam, sekarang memiliki potensi untuk menyelamatkan nyawa para lansia.

Aplikasi ini sempat viral pada Januari 2026 karena namanya yang dianggap menantang anggapan tabu tradisional tentang kematian. Cara penggunaannya sangat mudah, hanya dengan menekan tombol hijau besar di layar setiap hari untuk mengonfirmasi bahwa mereka masih hidup. Jika pengguna tidak melakukan check-in selama dua hari berturut-turut, aplikasi akan mengirimkan pesan ke kontak darurat yang ditentukan.

Transformasi dan Dukungan Pemerintah

Aplikasi tersebut dikembangkan oleh tiga pemuda asal China dengan bantuan kecerdasan buatan (AI). Lima bulan setelah kepopulerannya, aplikasi ini berubah menjadi alat keselamatan bagi para lansia dan mendapat dukungan dari pemerintah.

Tombol hijau di layar kini lebih besar dan prosedur check-in telah disederhanakan dengan desain anti-sentuhan tak sengaja. Aplikasi ini telah diubah namanya menjadi 在吗在吗 (zaime zaime) yang berarti ‘Apakah Anda di sini?’. Mekanisme kerjanya tidak jauh berbeda, jika pengguna gagal melakukan check-in selama dua hari berturut-turut, aplikasi akan memberi tahu anak atau kontak darurat orang tersebut.

Aplikasi kini juga dilengkapi dengan tombol SOS. Dilaporkan bahwa aplikasi ini telah diuji coba pada lansia di Nanxing, Hangzhou, Provinsi Zhejiang. Pengguna lansia, Fan, mengatakan bahwa desain aplikasi ini sederhana dan mudah digunakan.

Menurut Global Times pada Senin (25/6), tiga pendiri “Demumu” mengembangkan produk tersebut dalam waktu satu bulan dengan biaya murah, hanya 1.500 yuan atau sekitar Rp3,95 juta. Pada 29 Januari, pejabat dari distrik Hangzhou menghubungi tim pendiri aplikasi dan mendukung nilai sosial produk tersebut.

Source link