Potensi Cuaca Ekstrem: Awan Cumulonimbus Minggu Depan






BMKG: Potensi Pembentukan Awan Cumulonimbus di <a href="https://portalberitaantara.net/2026/06/03/daftar-wilayah-hujan-lebat-hari-ini-simak-informasinya/">Indonesia</a>

BMKG Ungkap Potensi Pembentukan Awan Cumulonimbus di Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap potensi pembentukan awan-awan Cumulonimbus (CB) di beberapa wilayah Indonesia pada periode 21 hingga 27 Mei 2026.

Awan Cumulonimbus merupakan awan yang berpotensi menghasilkan hujan lebat, kilat atau petir, angin kencang (downburst), hingga puting beliung.

BMKG memperkirakan adanya awan Cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial lebih dari 75 persen atau kategori Frequent terjadi di Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Papua, serta Selat Malaka bagian utara.

Penyebaran Awan Cumulonimbus di Wilayah Indonesia

Pada periode tersebut, daftar panjang wilayah berpotensi awan cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial maksimum antara 50-75 persen atau bersifat occasional, mulai dari Aceh hingga Papua.

Beberapa wilayah yang berpotensi diselimuti awan cumulonimbus dengan cakupan hingga 75 persen di antaranya Aceh, Banten, DKI Jakarta, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Maluku Utara, hingga Papua Barat.

Berikut daftar lengkap wilayah yang masuk berpotensi diselimuti awan cumulonimbus dengan cakupan 50-75 persen di Indonesia:

  • Aceh
  • Banten
  • DKI Jakarta
  • Gorontalo
  • Jambi

Masyarakat Diminta Waspada

Pembentukan Awan CB melibatkan mekanisme yang kompleks, salah satunya adalah pergerakan vertikal serta kemungkinan proses pembentukan es. Perbedaan muatan listrik di dalam sistem pembentukan Awan Cumulonimbus pun dapat menyebabkan terjadinya kilatan petir.

“Pemantauan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi sangat penting untuk menjaga keselamatan, terutama saat memasuki musim hujan,” ujar Prakirawan cuaca BMKG, Muhammad Hakiki.

Ia menegaskan, meskipun awan Cumulonimbus sering diasosiasikan dengan hujan lebat, kilat petir, angin kencang, dan bahkan puting beliung serta hujan es, hal tersebut adalah bagian dari gejala alam yang normal. Masyarakat diminta untuk tetap waspada namun tidak perlu khawatir berlebihan.

Source link