Harga Semangka di Bondowoso Anjlok, Petani Bernapas Lega dengan Program MBG
Para petani semangka dan melon di Bondowoso akhirnya bisa sedikit lega setelah mengalami masa sulit akibat anjloknya harga buah mereka. Namun, harga kembali stabil berkat program Mendongkrak Buah Lokal (MBG) yang memberikan harapan baru bagi petani lokal.
Tantangan dan Hasil Panen Petani Semangka dan Melon
Agus Budiyanto, salah satu petani lokal, mengelola lahan seluas satu hektare dengan biaya tanam mencapai Rp 70 juta. Dalam proses tanam hingga panen, mereka harus berjuang melawan serangan penyakit tanaman yang dapat mengganggu hasil panen mereka. Meski demikian, hasil panen semangka dan melon Agus cukup menjanjikan, dengan mampu menghasilkan hingga 25 ton buah dalam sekali panen.
Dengan harga jual per kilogram berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu, Agus berhasil meraup omzet hingga Rp 100 juta dalam satu kali panen. Meski demikian, harga di bawah Rp 10 ribu membuat petani merasa tertekan.
Program MBG Sebagai Penyelamat Petani
Haryanto, seorang pengepul buah, menyebut harga semangka sempat turun drastis sebelumnya, namun berkat program MBG, harga mulai kembali stabil. Program ini memberikan dampak positif terhadap serapan hasil pertanian petani lokal. Meskipun sempat ada isu terkait buah potong dalam program MBG, kondisi pasar akhirnya mulai normal dan harga buah semangka dan melon stabil kembali.
Saat ini, pasokan untuk kebutuhan MBG masih tergolong kecil, sekitar 15 persen dari total produksi Bondowoso. Namun, harapannya adalah pemerintah dan mitra MBG terus memberikan perhatian pada petani lokal agar harga tetap stabil.












