Dugaan Prostitusi Anak di Blok M Viral di X: Pengakuan Turis Jepang

Dugaan Prostitusi Anak di Blok M Guncang Publik Indonesia

Pemberitaan mengenai dugaan praktik prostitusi anak yang melibatkan turis asal Jepang di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, sedang menjadi buah bibir di media sosial tanah air. Isu ini mencuat setelah sejumlah akun di platform X membagikan cerita tentang dugaan eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh warga negara asing di Indonesia.

Akun Media Sosial Picu Kemarahan Publik

Perhatian publik semakin terfokus ketika akun @hunter_tnok memposting informasi yang menuduh seorang pria Jepang melakukan perjalanan ke Jakarta untuk terlibat dalam prostitusi anak dan merekam kegiatan tersebut. Unggahan tersebut menjadi viral dan memicu gelombang kemarahan dari netizen di dunia maya.

Menurut unggahan akun tersebut, “Seorang pria Jepang melakukan perjalanan ke Jakarta, ibu kota Indonesia, terlibat dalam prostitusi anak, dan merekamnya.”

Unggahan Viral tentang Cerita Pria Jepang

Postingan yang viral juga menunjukkan tangkapan layar dari akun media sosial bernama @onepunchman771 yang diduga dimiliki oleh pria Jepang tersebut. Di dalam postingan yang diartikan dan disebarluaskan lebih lanjut, akun tersebut menceritakan pengalaman pribadinya selama berada di Indonesia.

Berdasarkan informasi yang beredar, pria tersebut mengaku pernah ditangkap di sebuah hotel pada Agustus 2025. Meskipun telah diperiksa, ia tidak dijerat hukuman dan akhirnya meninggalkan Indonesia.

Tidak hanya itu, akun tersebut juga mencatat bahwa meskipun perangkatnya memiliki rekaman video yang mencurigakan, aparat tidak mengambil tindakan yang tegas. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana penegakan hukum di Indonesia dalam kasus tersebut.

Akun @hunter_tnok bahkan menyebut bahwa Indonesia mulai dianggap sebagai tempat aman bagi pelaku kejahatan seksual anak oleh sebagian warga Jepang. Narasi lain yang mencuat adalah alasan pelaku yang menyatakan bahwa praktik tersebut dilakukan untuk membantu anak-anak miskin melalui sumbangan uang.

Source link