Paul Scholes Meragukan Status Tim Hebat Arsenal
Legenda Manchester United, Paul Scholes, baru-baru ini menyampaikan evaluasi kritis mengenai performa Arsenal di tengah perjalanan mereka yang memuncaki klasemen Liga Inggris dan mencapai final Liga Champions. Scholes menunjukkan keraguan terhadap kualitas tim asuhan Mikel Arteta tersebut.
Evaluasi Terhadap Pencapaian Arsenal
Arsenal saat ini mengumpulkan 76 poin dengan lima pertandingan tersisa, unggul lima poin atas Manchester City yang masih memiliki satu pertandingan tunda. Meskipun posisi ini menjadikan mereka favorit untuk meraih gelar, Scholes menilai bahwa potensi trofi tidak akan meninggalkan kesan mendalam dalam sejarah sepakbola.
Scholes menyoroti bahwa Arsenal belum mampu mengalahkan rival-rival terkuat mereka musim ini, seperti Manchester City dan Liverpool, sehingga memberikan keraguan terhadap status tim hebat bagi The Gunners. Mantan gelandang ini menekankan bahwa untuk diakui sebagai tim juara sejati, penting bagi Arsenal untuk mengalahkan tim-tim papan atas tersebut.
Kritik Terhadap Pendekatan Mikel Arteta
Di dalam podcast Stick to Football dari The Overlap, Scholes juga mengkritik pendekatan taktis Mikel Arteta yang dinilai terlalu kaku dan sistematis. Menurutnya, gaya permainan Arsenal kurang menarik untuk ditonton dan cenderung monoton.
Scholes membandingkan pola serangan Arsenal dengan era kejayaan Manchester United, menyatakan bahwa permainan United di masa lalu lebih menggairahkan. Ia menilai bahwa Arsenal tidak akan menjadi tim yang memberikan hiburan visual bagi penonton karena pola serangan mereka yang terlalu terprediksi.
Kriteria Tim Hebat Menurut Scholes
Scholes meyakini bahwa kemenangan melawan pesaing utama adalah kunci untuk menjadi tim hebat. Dengan tidak mampu mengalahkan tim-tim papan atas musim ini, Scholes mengungkapkan keraguan atas gelar juara Arsenal dalam sejarah sepakbola.
Meskipun Arsenal meraih sukses dalam kompetisi domestik, Paul Scholes tetap skeptis terhadap apakah mereka pantas disebut sebagai tim hebat dengan kriteria yang dia tetapkan.












