Manifesto Politik Palantir: Kontroversi dan Kecaman

Palantir Technologies Dikecam karena Ideologi Kontroversial

Perusahaan teknologi dan kontraktor intelijen Palantir Technologies mendapat kecaman keras setelah memposting ringkasan 22 poin ideologi perusahaan di platform X. Dokumen tersebut menuai reaksi negatif dari sejumlah anggota parlemen Inggris, dianggap sebagai “racauan supervillain” dan “parodi film RoboCop.”

Protes dari Anggota Parlemen Inggris

Respons tajam datang dari Martin Wrigley, anggota parlemen Partai Liberal Demokrat Inggris, yang menyatakan bahwa etika perusahaan tersebut tidak pantas untuk menangani proyek pemerintah Inggris. Rachael Maskell, anggota parlemen dari Partai Buruh, juga ikut mengkritik kontrak Palantir dengan NHS senilai 330 juta poundsterling.

Sejumlah kritik juga datang terkait kontrak Palantir senilai lebih dari 500 juta poundsterling di Inggris, termasuk pengelolaan platform data NHS England dan akses ke data regulasi keuangan sensitif dari Financial Conduct Authority (FCA).

Perusahaan berkilah bahwa perangkat lunak mereka telah memberikan kontribusi positif, seperti mempersingkat waktu diagnosis kanker, menjaga operasional kapal Angkatan Laut, serta melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga.

Manifesto Ideologi Palantir

Manifesto Palantir antara lain menyuarakan pentingnya kewajiban bagi elite Silicon Valley dalam pertahanan negara, kebutuhan akan kekuatan keras dalam masyarakat demokratis, dan tanggung jawab moral dalam pengembangan teknologi AI untuk kepentingan nasional.

Di antara poin-poin manifesto yang kontroversial adalah panggilan untuk mengembalikan wajib militer di Amerika Serikat serta kebutuhan akan peran kuat Silicon Valley dalam menangani kejahatan kekerasan.

Source link