Misteri Hujan di Daerah Tertentu saat Musim Kemarau

Sejumlah wilayah di Indonesia masih mengalami hujan dengan intensitas tinggi meskipun secara kalender klimatologis telah memasuki awal musim kemarau. Menurut Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, hal ini merupakan ciri khas dari masa transisi musim. Awal musim kemarau bisa berbeda-beda dari satu daerah ke daerah lain. BMKG mencatat bahwa hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di beberapa daerah seperti Maluku, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, Aceh, Gorontalo, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Barat. Meskipun demikian, wilayah Jakarta dan sekitarnya juga masih sering diguyur hujan. Menurut BMKG, hujan di awal kemarau dipicu oleh beberapa faktor atmosfer, termasuk aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial, Kelvin, Mixed Rossby-Gravity (MRG), serta fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO). Peralihan dari Monsun Asia ke Monsun Australia juga berkontribusi dalam membentuk pola angin dan konvergensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan. Sekitar 7% zona musim di Indonesia sudah memasuki musim kemarau, sementara sebagian besar wilayah lainnya diharapkan menyusul pada bulan-bulan berikutnya. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 di lebih dari 60% wilayah Indonesia.

Source link