Pembangunan jembatan gantung Perintis Garuda di Desa/Kecamatan Songgon, Banyuwangi, telah dimulai dengan peletakan batu pertama. Kodim 0825 Banyuwangi mempercepat proyek ini dengan membangun jembatan sepanjang 45 meter yang akan melintasi Sungai Binau, menghubungkan Dusun Krajan dan Dusun Gumuk Candi. Sebagai solusi atas ambruknya jembatan beton sebelumnya akibat banjir bandang, warga sejak tahun 2025 hanya mengandalkan jembatan darurat dari bambu.
Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya, menyatakan bahwa pembangunan jembatan gantung ini bertujuan untuk memperlancar mobilitas warga, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan akses layanan dasar. Diharapkan keberadaan jembatan ini dapat mempermudah akses pendidikan, layanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi warga, terutama karena lokasinya yang dekat dengan Pasar Songgon.
Pembangunan jembatan di Songgon merupakan yang kedua setelah jembatan serupa dibangun di Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung. Dandim Triyadi juga memaparkan rencananya untuk membangun total 12 jembatan Perintis Garuda di berbagai titik yang membutuhkan akses jembatan permanen. Jembatan gantung di Songgon direncanakan memiliki lebar 1,6 meter dan dapat dilalui kendaraan roda dua untuk membawa hasil pertanian warga.
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, mengapresiasi keterlibatan TNI dalam proyek ini sebagai bentuk kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan pemerintah desa dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memangkas jarak tempuh warga, mempercepat aktivitas harian, dan memberikan akses yang lebih dekat bagi penduduk setempat. Proyek ini ditargetkan selesai pada akhir April 2026.












