Rahasia HP Baterai ‘Monster’ Tipis dan Stylish!

Realme membuat gebrakan di pasar ponsel mid-premium Indonesia dengan meluncurkan Realme 16 Pro+ pada awal tahun 2026. Varian ini kembali hadir setelah absen pada seri sebelumnya. Dengan desain Urban Wild Design hasil kolaborasi dengan Naoto Fukusawa, Realme 16 Pro+ menyajikan konsep naturalisme yang tetap nyaman digenggam. Ponsel ini dilengkapi dengan kamera utama 200MP dengan lensa periscope, layar AMOLED 144Hz, dan baterai 7000mAh.

Realme 16 Pro+ dipasarkan di Indonesia pada 10 Maret 2026 dengan harga Rp8.999.000. Bersamaan dengan peluncuran ponsel ini, Realme juga menghadirkan Realme Buds Air8. Buds Air8 juga mengusung desain premium hasil kolaborasi dengan Fukusawa, dengan elemen Urban Wild Design dan material bio-based silicone. TWS ini menjadi andalan dengan noise cancellation 55 dB, fitur AI adaptive, 6 mikrofon untuk sistem ENC, dan fitur AI seperti Live Translation, Face-to-Face Translation, dan integrasi Gemini.

Dalam pengalaman penggunaan sehari-hari, Realme 16 Pro+ menunjukkan keunggulan dengan desain premium hasil kolaborasi dengan desainer Jepang, Naaoto Fukusawa. Desain tersebut menggabungkan elemen alam dengan sentuhan urban modern, dan menggunakan bahan bio-based organic silicone yang memberikan sentuhan lembut dan grip mantap. Layar AMOLED 6,8 inci dengan refresh rate 144Hz memberikan pengalaman visual yang mewah, meski kualitas audio dari speaker stereonya sedikit kurang dalam aspek bass.

Sektor kamera menjadi keunggulan Realme 16 Pro+ dengan sensor 200MP LumaColor, lensa Telefoto Periskop 50MP + OIS, dan kamera depan 50MP ultra-wide 0.8x. Performa chipset Snapdragon 7 Gen 4 dan baterai 7000mAh yang tahan lama menjadikan ponsel ini cocok untuk kegiatan multitasking dan gaming. Meskipun ada beberapa kekurangan seperti kualitas audio yang kurang bertenaga tanpa earphone, keterbatasan wireless charging, dan ketiadaan fitur e-sim, Realme 16 Pro+ tetap menjadi pilihan unggul untuk pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai dan performa kelas menengah yang mumpuni.

Source link