Pada tahun 2025, Kota Bogor berhasil mencapai prestasi sebagai daerah dengan tingkat literasi tertinggi di Jawa Barat. Capaian ini menunjukkan peningkatan minat baca masyarakat, terutama generasi muda. Tantangan masih ada untuk menyebarkan budaya literasi di seluruh lapisan masyarakat. Bogor Book Fair 2026 menjadi bukti komitmen untuk memperkuat literasi dan pentingnya membangun pola pikir kritis di tengah perkembangan zaman.
Menurut Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan fondasi dalam pengembangan pola pikir kritis. Dukungan untuk mendorong minat baca, terutama di kalangan generasi muda, terus ditekankan. Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, juga menyoroti peran ilmu pengetahuan dalam kehidupan sosial dan pentingnya mendukung masyarakat luas melalui riset dan inovasi.
Bogor Book Fair dianggap sebagai implementasi dari Science for Society, di mana pengetahuan dan riset harus tersedia untuk masyarakat. Literasi dipandang sebagai “nutrisi intelektual” yang dapat meningkatkan kecerdasan, memperluas cara pandang, dan meningkatkan empati sosial. Direktur IPB Press, Erick Wahyudyono, menegaskan pentingnya literasi sebagai solusi praktis bagi warga. Beragam bacaan, mulai dari buku akademik hingga fiksi, dianggap penting agar literasi tidak terasa kaku, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup. Tugas IPB Press adalah memastikan pengetahuan akademis dapat digunakan secara praktis oleh warga, sehingga literasi dapat menjaga nalar kritis di tengah arus informasi digital.
Konsep nutrisi intelektual ditekankan melalui berbagai jenis bacaan, termasuk novel fiksi, buku motivasi, dan literatur sosial-politik. Tujuannya adalah memastikan warga Bogor memiliki akses ke bahan bacaan yang tidak hanya mencerdaskan secara kognitif, tetapi juga membangkitkan semangat dan memperkaya batin. Dengan keseimbangan antara nalar dan rasa dalam memilih bahan bacaan, peradaban yang tangguh dapat terwujud. Akses yang luas terhadap spektrum bacaan yang beragam merupakan upaya untuk melibatkan masyarakat dalam dunia literasi yang semakin berkembang.












