Berita  

Banjir Sungai Kali Tengah Driyorejo Gresik: Dampak dan Solusi

Banjir kembali melanda wilayah Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik usai sungai Kali Tengah meluap akibat cuaca ekstrem. Debit air sungai sepanjang 7,5 kilometer tersebut meluap hingga merendam pemukiman warga dan akses jalan setelah intensitas hujan tinggi selama seminggu terakhir. Meskipun banjir surut dengan cepat, namun tinggi air mencapai 30 sentimeter hingga 1 meter. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik mengungkapkan bahwa faktor banjir tidak hanya disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi juga akibat sistem drainase yang tidak memadai dan kondisi sungai yang memprihatinkan.

Upaya normalisasi sungai Kali Tengah menjadi fokus pemerintah setempat, terutama di Desa Sumput. Koordinasi antara berbagai pihak termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) serta Pemerintah Kecamatan sedang berlangsung untuk menyelesaikan kendala perusahaan dan jembatan yang mempersempit sungai. Langkah-langkah konkret seperti peninggian jembatan dan penertiban perusahaan di kiri dan kanan sungai sedang dilakukan. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, FX Driatmiko Herlambang, memastikan bahwa normalisasi sungai akan segera dilaksanakan dengan dukungan seluruh pihak terkait.

Banjir di Kecamatan Driyorejo menjadi perhatian serius bagi Wakil Ketua III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, yang mendesak agar solusi komprehensif segera ditemukan. Tindakan tegas terhadap perusahaan yang membangun infrastruktur di atas sungai menjadi salah satu prioritas agar banjir tak lagi mengancam warga setempat. Diharapkan dengan perbaikan sistem drainase dan normalisasi sungai, banjir tahunan di wilayah tersebut dapat diminimalisir. Semua pihak berusaha berperan aktif dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat setempat dari ancaman banjir yang berulang setiap tahunnya.

Source link