Idul Fitri merupakan momen untuk silaturahmi dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengajak keluarga untuk memanfaatkan waktu liburan Lebaran untuk memperkuat interaksi langsung antara orang tua dan anak dengan mengurangi penggunaan gawai, terutama untuk anak-anak.
Meutya menekankan pentingnya mengatur screen time saat libur Lebaran agar keluarga dapat membangun komunikasi yang lebih intensif tanpa ketergantungan pada teknologi digital. Untuk itu, orang tua perlu mulai membimbing anak-anak untuk mengurangi penggunaan media sosial sesuai dengan kebijakan perlindungan anak di ruang digital yang akan berlaku pada 28 Maret.
Dalam konteks perubahan pola penggunaan teknologi digital, peran orang tua dianggap sangat penting untuk memastikan komunikasi yang sehat dengan anak. Meutya berharap momen libur Lebaran dapat dimanfaatkan untuk lebih banyak beraktivitas bersama keluarga agar anak-anak dapat berinteraksi secara langsung tanpa terlalu bergantung pada perangkat digital.
Untuk membantu mengurangi screen time anak, dr. Ahmad Suryawan, konsultan Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial, memberikan beberapa tips. Pertama, orang tua perlu meregulasi screen time mereka sendiri sebagai contoh bagi anak. Kedua, hindari screen time jelang tidur agar kualitas tidur anak tidak terganggu. Ketiga, menerapkan aturan makan tanpa screen time untuk meningkatkan fokus anak pada makanan.
Selain itu, orang tua juga perlu memperhatikan aktivitas anak saat screen time, memberikan pujian saat anak mengikuti aturan, dan menerapkan metode time out untuk mengatur porsi screen time harian anak. Dengan demikian, keluarga dapat mengurangi penggunaan gadget anak sehingga lebih banyak waktu berkualitas bersama keluarga tanpa bergantung pada teknologi digital.






