Kepolisian Daerah Riau telah mengadakan rapat koordinasi lintas sektoral sebagai langkah persiapan menuju pelaksanaan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 menjelang arus mudik Lebaran. Rapat tersebut dipimpin oleh Kapolda Riau Herry Heryawan dan dihadiri oleh para pejabat utama Polda Riau, kapolres, dan perwakilan instansi terkait di Provinsi Riau. Dalam arahannya, Herry menjelaskan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat adalah bagian dari pelayanan kepada masyarakat selama periode mudik dan Idul Fitri, bukan hanya sebagai rutinitas tahunan belaka.
Selain itu, Herry juga menyoroti kondisi geopolitik global yang tengah tidak stabil, seperti konflik di Timur Tengah dan perang antara Rusia dan Ukraina. Dia mengatakan bahwa kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi stabilitas ekonomi global dan nasional, mengingat biasanya hal tersebut berdampak pada sektor ekonomi. Oleh karena itu, Herry mendesak Satuan Tugas Pangan untuk memperketat pengawasan distribusi bahan pokok guna mencegah penimbunan dan aksi panic buying di masyarakat.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Riau melaporkan tingkat kemantapan jalan provinsi serta menyiapkan rencana antisipasi kerusakan jalan di jalur mudik. Selain itu, Dinas Perhubungan Provinsi Riau memprediksi fase arus mudik yang akan dibagi dalam dua periode, dengan prediksi puncak arus pertama pada tanggal 17-18 Maret 2026 dimana kendaraan pribadi masih akan mendominasi. Pemerintah juga akan memberlakukan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang dengan tiga sumbu atau lebih guna mengurangi kepadatan lalu lintas.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika juga mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan karena diperkirakan Provinsi Riau akan memasuki musim kemarau lebih awal tahun ini. Dari sektor energi, PT Pertamina memastikan stok bahan bakar minyak dan LPG aman selama periode siaga, dengan peningkatan konsumsi Pertalite sebesar 9,01 persen. Upaya stabilisasi harga juga dilakukan melalui operasi pasar murah dan pengawasan distribusi minyak goreng.
Kapolda Riau juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan kepolisian melalui call center 110 apabila membutuhkan bantuan selama periode mudik Lebaran. Semua langkah itu diambil dalam rangka memastikan keselamatan dan kenyamanan selama arus mudik Lebaran tahun ini.












