Di wilayah Gresik Selatan, tepatnya Kecamatan Driyorejo, banjir terjadi setiap tahun saat musim hujan tiba. Faktanya, deretan jembatan yang dibangun oleh industri besar di atas sungai disebut sebagai pemicu utama banjir. Hal ini disebabkan oleh aliran sungai yang terhambat oleh jembatan tersebut, menyebabkan air meluap ke jalan raya dan permukiman sekitar.
Kondisi sungai yang melintasi berbagai desa di Kecamatan Driyorejo terlihat memprihatinkan, tanpa penanganan atau normalisasi yang jelas dari pemerintah setempat. Selain jembatan industri, minimnya pengelolaan sampah di area tersebut juga menjadi faktor utama ketika volume air meningkat. Desa Sumput menjadi salah satu daerah yang paling rentan terhadap banjir, terutama saat terjadi perubahan iklim.
Camat Driyorejo, Muhammad Amri, telah melakukan upaya penanganan bersama pihak perusahaan untuk meninggikan jembatan di atas sungai. Meskipun beberapa perusahaan telah melaksanakan peninggian jembatan, masih diperlukan koordinasi yang lebih baik agar solusi yang komprehensif dapat tercapai. Wakil Ketua III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, juga menegaskan bahwa faktor-faktor seperti jembatan terlalu rendah dan penanganan aliran sungai menjadi penyebab banjir yang harus segera diatasi.
Dengan masalah yang semakin memprihatinkan, perusahaan-perusahaan didesak untuk segera mengambil tindakan penertiban jembatan yang terlalu rendah di atas sungai. Selain itu, perlu dilakukan normalisasi saluran air dan penataan koneksitas saluran agar air dapat mengalir dengan lancar. Ancaman banjir di wilayah Kecamatan Driyorejo, khususnya Desa Sumput, harus segera ditangani secara serius dan komprehensif oleh berbagai pihak terkait.












