Kasus pelecehan di Desa Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara terus menjadi sorotan. Polres Banjarnegara telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengusut lebih lanjut kasus dugaan pelecehan yang dialami seorang ibu rumah tangga di wilayah tersebut. Kasat Reskrim Polres Banjarnegara, AKP Sugeng Tugino, menjelaskan bahwa Unit Resmob Satreskrim Polres Banjarnegara bertanggung jawab langsung atas penanganan kasus ini. Para penyidik masih aktif melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah pihak yang menjadi saksi atau memiliki informasi terkait insiden tersebut.
Saat ini, korban juga telah dimintai pemeriksaan tambahan untuk membantu proses penyelidikan. Kepala Desa Karangkobar, Teguh Mulyadi, mengatakan bahwa telah dilakukan mediasi sebanyak tiga kali antara korban dan terduga pelaku, namun belum berhasil mencapai kesepakatan. Kejadian bermula ketika korban menemukan ponsel yang diduga merekam dirinya sedang mandi pada awal Oktober 2025. Terduga pelaku, yang merupakan ketua RT dan tetangga korban, kabur setelah peristiwa tersebut.
Hingga saat ini, korban masih mengalami trauma dan enggan beraktivitas di luar rumah. Anak korban mengungkapkan melalui media sosial bahwa ibunya masih takut dan trauma atas kejadian tersebut. Kasus ini masih dalam proses penyidikan oleh Polres Banjarnegara, dengan penambahan bukti-bukti baru. Keterlibatan lima orang saksi menjadi fokus dalam penyelidikan tersebut. Semua pihak berharap agar kasus ini segera terungkap dan korban dapat pulih dari traumatik yang dialaminya.












